Oleh: Miranda Mayanti*
Kita duduk di tepi waktu,
pada batu yang tak pernah tahu
betapa lama rinduku padamu
menunggumu di batas diam.
Lima belas tahun…
aku menyebut nama mu
mencari wajahmu dalam bayang
menyusun kenangan dari sisa tawa masa silam
Lalu kau datang
bukan dalam mimpi, tapi nyata
duduk di sampingku
dengan senyum yang masih sama
Empat hari…
kita ulang cerita yang tertinggal
tertawa pada hal-hal kecil
yang dulu tak pernah sempat kita bagi
Tapi waktu tak pernah ramah
ia selalu terburu
dan empat hari itu
menjadi satu kehidupan yang terlalu singkat untuk satu rindu
Kini, foto ini menjadi saksi
bukan tentang yang abadi
tapi tentang dua hati
yang pernah saling menunggu dan akhirnya bertemu.
*Penulis adalah Siswi SMKN 3 Kolaka Utara
