Oleh: Jusmawati*

Langkahku terseok menanti malam
Langkahku tertatih berselimut kelam
Tanpa asa, sejenak kuterdiam
Berdiri terpaku, dalam sepi kutenggelam

Mulai samar bayanganku
Lambat laun sirna
Mulai bisu sekelilingku
Lambat laun hampa

Saat angin berhembus
Ciptakan riak yang mengalir
Mirat enggan melukisku
Di atas air mengabur parasku

Dedaunan serentak bersorak
Kemudian jatuh berserakan
Di bawah kakiku mereka terinjak

Dengan jiwa terpaut kelam
Kalbuku bertanya pada malam
Inikah diriku?
Yang lemah dan terasingkan.

*Penulis adalah Siswi SMKN 3 Kolaka Utara

(Visited 24 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *