Oleh: Aqilah Putri Faishal*

Di titik ini, di mana aku merasakan sakit yang dalam. Namun aku tak tahu cara berdamai dengan kenyataan yang sakit ini. Aku selalu beranggapan bahwa aku adalah manusia yang tak kuat untuk menahan segalanya. Serasa air mataku selalu jatuh dan tak mau berhenti ketika aku mengetahui suatu hal yang membuatku sangat sakit

Aku butuh tempat untuk melampiaskan semua rasa ini. Aku butuh tempat untuk menceritakan kecewa ini, dan tempat yang akan membuatku bangkit kembali. Tapi di mana?

Apakah aku harus mengangkat diriku sendiri untuk bangkit? Apakah aku harus memendam semua rasa ini sendiri? Apakan aku harus terus berpura-pura sedang baik-baik saja? Tapi aku tidak sekuat itu.

Sudah cukup aku merasakan sakit dan pedih seperti ini. Aku tak cukup kuat untuk menahannya. Ajari aku cara berdamai dengan kenyataan yang sakit ini. Ajari aku mengikhlaskan semuanya. Aku hanya ingin berdamai dengan diri sendiri karena aku tak kuat untuk menahan semua rasa sakit ini.

Watansoppeng, 27 Agustus 2023

*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 9.3

(Visited 40 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Aqilah Putri Faishal

Namaku Aqilah Putri Faishal biasanya di panggil Qelaa. Saat ini aku sudah berusia 15 thn. Dua orang terhebat dalam hidupku adalah ayah dan ibuku. Ayah bernama Muhammad Faishal, dan ibuku Henni Erna Ningsih. Hobi aku menulis dan juga bercerita. Selain punya hobi, masa iya sih aku gak punya bakat? SMPN 1 WATANSOPPENG adalah titik awal aku meraih prestasi dan mengembangkan bakatku yaitu di bidang pramuka dan juga seni musik Sudah banyak juara yang kuraih di pramuka seperti pionering, lkbb, yelling, paduan suara, dan masih banyak lagi. dan selanjutnya di bidang seni musih meraih juara di event oni oni toriolo yang pada saat itu saya memainkan alat musik suling bambu. Dari semua pencapaian itu, aku merasa bangga kepada diriku dan berterima kasih atas semua dukungan yang diberikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *