Oleh: Putri Mutiara Dewi*

Bronto hidup di dalam sebuah laboratorium. Setiap hari dia berbincang-bincang dengan Merpati. Merpati memberitahunya bahwa ada sebuah tempat yang sangat indah di bulan.
“Aku tidak bisa pergi dari laboratorium ini. Ayah tak mengizinkanku.,” keluh Bronto.
“Itu bukan masalah. Kita ke bulan cuma sebentar. Kita akan kembali sebelum ayahmu sadar bahwa kau sudah pergi,” desak Merpati.
“Bagaimana caranya? Bronto masih ragu.
“Mudah, kau ambil itu bubuk pembesar badan, lalu taburkan pada tubuhku. Setelah itu, baru kau bisa menaiki aku dan kita pergi ke bulan.”

Beronto mengambil bubuk di meja kerja ayahnya, lalu dia taburkan ke badan merpati. Merpati membesar seperti garuda. Sayapnya berubah sekuat baja. Bronto naik ke punggung Merpati. Di bawah, para pengawal menduga Merpati raksasa adalah musuh yang menyusup, maka mereka menembaki Merpati dan Bronto menggunakan senapan mesin dan meriam. Tidak mempan, Bronto dan Merpati sampai ke bulan.

Di bulan, mereka mendarat di sebuah danau yang berwarna jingga. Di Dalam danau itu terdapat ikan yang menari-nari. Ikan-ikan itu memiliki sayap yang mereka gunakan untuk terbang di atas air. Matahari dari bulan tampak kebiruan karena terpantul bumi.

Bronto kemudian terbangun setelah mendengar teriakan ayahnya. Bronto terkejut, kemudian melihat sekeliling. Dia melihat merpati yang sudah kembali ke ukuran semula bertengger di dahan depan jendela ayahnya. Bronto melihat Merpati itu tersenyum.

  • Penulis adalah siswi SMPN 1 Watansoppeng
(Visited 31 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *