Oleh : Aqilah Fadiyah
Pada hari Rabu yang cerah, saya dan teman-teman sedang membimbing adik-adik siswa baru di sekolah untuk ikut MPLS. Kami memberitahu mereka untuk mengikuti ekskul-ekskul yang ada, juga memperlihatkan letak ruangan lab IPA, lab. informatika, dan ruangan-ruangan lainnya agar mereka mengetahui letak-letak ruangan di sekolah kami, yang nantinya akan mereka gunakan supaya tidak tersesat. Setelah berkeliling, kami mengajak adik-adik siswa baru tersebut untuk masuk ke kelas sesuai kelompoknya untuk melakukan kegiatan Pembelajaran.
Setelah guru yang akan menjadi pemateri berada di ruangan, kami panitia keluar untuk beristirahat. Saat beristirahat, tiba-tiba aku dipanggil oleh bu Yus guru BP kami. Awalnya agak kaget dan bertanya-tanya dalam hati, apa gerangan kesalahan yang telah saya perbuat? Kira-kira hukuman apa yang akan saya terima? Walau enggan memenuhi panggilan guru BPku, tapi aku pasti datang memenuhi panggilannya walau harus berhadapan dengan sanksi.
Saat masuk ke ruangannya dengan perasaan was-was, deg-degan, ragu dan banyak lagi rasa khawatir yang menggelayut di hati dan pikiranku, tetapi aku datang sebagai tanda rasa patuh dan hormat kepada guru. Di pintu ruang BP, saya melihat dua orang guru menunggu di sana. Rasa khawatir pun semakin bertambah di seluruh ruang hatiku bahkan sampai ke tulang-tulangku, tapi rasa khawatir kutepis.
Aku bertekad bahwa apa pun yang terjadi harus aku hadapi. Ibu Yusriani dan Ibu Irma, keduanya guru BP di sekolahku sedang menunggu. Aku dipersilakan duduk. Dengan perasaan khawatir, aku duduk mengikuti perintah mereka. Tak lama, beliau membuka pembicaraan menyampaikan tujuan memanggilku. Ternyata, beliau meminta untuk mengikuti kegiatan Pusat Informasi Konseling-Remaja (PIK-R). Perasaanku langsung lega. Alhamdulillah, rasa syukur kuungkapkan walau hanya dalam hati. Ibu Yusriani meminta aku agar mengajak dua teman lagi.
Aku pergi ke beberapa kelas untuk mengajak teman-teman yang ingin ikut kegiatan PIK-R tersebut. Ternyata banyak yang mau ikut, tapi sayang pesertanya dibatasi hanya tiga orang yang diminta dari sekolah kami.
Beberapa jam kemudian, bel panjang pun telah berbunyi yang menandakan bahwa kegiatan di kelas telah usai. Selanjutnya harus melaksanakan salat dhuhur. Saya dan teman-teman panitia lainnya mengajak adik-adik siswa baru untuk melaksanakan salat. Setelah mempersiapkan karpet yang biasa kami gunakan untuk salat, sambil menunggu yang lainya datang semua yang beragama islam. Karena saya sedang berhalangan, saya tidak ikut salat. Beberapa menit kemudian, mereka telah selesai melakukan shalat dhuhur, kami pun mempersilakan mereka untuk pulang ke rumah masing-masing dan kami pun juga pulang ke rumah.
Keesokan harinya, saya dan teman-teman yang sudah ditunjuk mengikuti kegiatan PIK-R berada di sekolah lebih pagi dari biasanya. Seperti permintaan ibu Yusriani, kami akan mengikuti kegiatan PIK-R. Kegiatan tersebut dilakukan di sebuah Hotel terbaik di kotaku namanya Hotel Berlian. Kami menuju Hotel dengan menggunakan mobil. Beberapa menit kemudian kami pun tiba di tempat yang kami tuju. Kami ke ruangan tempat kegiatan tersebut dilaksanakan. Sebelum masuk ke ruangan, kami harus menyerahkan formulir terlebih dahulu agar bisa masuk ke dalam ruangan. Ketika telah berada di ruangan tempat kegiatan berlangsung, kami memilih tempat yang strategis agar memudahkan kami menerima materi sebagai oleh-oleh yang bisa kami bawa pulang di sekolah dan sedapat mungkin dapat berbagi dengan teman-teman di sekolah.
Setelah menunggu beberapa saat, kegiatan PIK-R yang dipimpin oleh duta besar PIK-R Sulawesi Tenggara. Kami melakukan permainan yang disertai tanya-jawab. Kami diberitahu tentang kelakuan yang baik di masyarakat yaitu bersikap dan bergaul yang sewajarnya, dan kami pun diberitahu wawasan tentang Keluarga Berencana. Pengetahuan dan pengalaman kami bertambah, begitu pula teman baru kami bertambah pula tentunya. Setelah melakukan berbagai rangkaian kegiatan, kami pun dipersilakan pulang. Kami sangat senang karena selain mendapat ilmu, teman kami juga bertambah.
