Oleh : Firda*
Hai, terima kasih sudah mau bertahan sampai di tahap ini. Kamu hebat, aku bangga banget sama kamu. Semua manusia punya masalahnya masing-masing dan kamu pastinya paham itu.
Tidak semua manusia bisa kuat menghadapi masalahnya, dan kamu adalah salah satu manusia yang kuat, tangguh, dan hebat bertahan sampai saat ini.
Mari ucapkan terima kasih kepada diri kamu sendiri, yang sudah berhasil tiap harinya menjadi tempat curahan hati orang-orang terdekat.
Mari kita berterima kasih kepada diri kamu sendiri karena sudah mau jadi rumah hangat untuk setiap orang yang singgah.
Mari kita berterima kasih sebesar-besarnya kepada orang ini untuk semua tangisan diam-diamnya di dalam kamar.
Kamu pasti menderita banget ya. Nangis aja tidak apa-apa, menangis bukan berarti kamu lemah tapi karena kamu manusia dan terbatas. Tidak selamanya kamu harus kuat terus.
Setiap malam harus tersiksa karena overthinking dan besok paginya harus berpura-pura orang yang paling bahagia di dunia ini dan bodohnya mereka percaya.
Saling memberikan motivasi untuk semua orang padahal dirinya yang paling butuh. Kamu kuat juga ya, bertahanlah untuk senyuman kedua orang tuamu atau untuk dirimu sendiri.
Oh ya, kamu gak usah sok-sokan cintai orang lain. Belajar dulu cintai diri sendiri. Ya sudah, terlalu banyak menyakiti kamu kan, maka berusahalah untuk tidak menyakiti diri sendiri.
Cintai dirimu sendiri, jangan sering insecure. Kamu tidak perlu pengakuan atau minta dihargai oleh orang-orang seperti mereka, karena yang perlu kamu tahu Allah sendiri yang mengatakan bahwa kamu merupakan ciptaan yang dalam bentuk sebaik-baiknya.
Jadi, tugas kamu menjaga apa yang Allah telah berikan kepada kamu dengan cara banyak-banyak bersyukur dan berdoa.
Jaga pola makannya. Jangan suka nunda-nunda waktu makan. Karena pura-pura kuat itu butuh tenaga yang banyak. So, you have to be excited. Okay?
*Siswi SMPN 2 Lilirilau
