Oleh: Andi Khadijah Azzahra
Kesehatan Mental atau yang lebih akrab disebut dengan Mental Health pada remaja patut diperhatikan. Data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) pada tahun 2018 menunjukkan tingkat gejala depresi dan kecemasan untuk remaja usia 15 tahun ke atas mencapai 6,1% dari jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan 11 juta orang. Tak jarang penderita gangguan psikologis menimbulkan akibat yang fatal, bahkan dapat menyebabkan kematian. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang tidak peduli terhadap masalah ini.
Seseorang dapat mengalami gangguan psikologis ketika indikator kesehatan mental tidak terpenuhi dan beberapa indera tidak berjalan seperti biasanya dalam berbagai aspek. Beberapa gejala yang dapat diidentifikasi yaitu cemas berlebihan, keringat dingin, perubahan suasana hati, dan lain-lain. Tetapi, seseorang tidak boleh mendiagnosis diri sendiri mengidap gangguan psikologis atau melakukan self-diagnosed. Dikutip dari Psychology Today, mendiagnosis diri sendiri sebetulnya sangat berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental. Sebab hal ini berpotensi mengakibatkan diagnosis yang salah dan hanya akan menyebabkan gangguan psikologis semakin parah karena mengkonsumsi obat-obatan yang tidak sesuai.
Psikolog Kab. Soppeng, Anni Zulfiani Husnar S.Psi., M.Psi., (23/9/22) mengatakan bahwa salah satu alasan remaja dapat mengalami gangguan psikologis adalah karena mereka belajar menangani tekanan atau masalah yang diterima dengan cara yang salah, sehingga mereka melakukan pelampiasan amarah dengan berbagai cara. Alasan lainnya adalah karena mereka baru mampu mengatasi masalah level 5, tetapi tiba-tiba dihadapkan dengan masalah level 7 sehingga mereka merasa kewalahan untuk mengatasinya.
Sebagian besar kasus gangguan psikologis remaja adalah karena faktor orang terdekat. Dimana seharusnya, mereka memberikan support system atau dukungan moral kepada pasien, atau pun menerima keadaan pasien apa adanya, bukan malah sebaliknya. Sebab, remaja yang menderita gangguan psikologis sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekatnya. Selain itu, faktor-faktor lain yang menyebabkan gangguan psikologis antara lain; cara mereka menangani stress tidak tepat, lingkungan yang tidak sehat, serta ketidakstabilan kesehatan jasmani juga menjadi penyebab terganggunya kondisi psikologis seseorang.
Upaya demi menangani hal ini adalah dengan mengembangkan self-love, self-awareness dan self-compassion. Ketiga hal ini merupakan hal yang patut kita miliki, bahkan dari kecil, agar seiring kita bertumbuh bisa memiliki kesehatan mental yang stabil. Selain itu, anggapan “mind and body is related” adalah benar. Gangguan psikologis dapat muncul ketika terjadi gangguan pada fisik begitu pun sebaliknya.
Tetapi, jangan pernah merasa gagal menjadi manusia atau pun menjadi lemah apabila tidak mampu menangani masalah yang dihadapi seorang diri, sebab terkadang manusia memang membutuhkan orang lain untuk membantu dia pulih.
