Assalamualaikum, perkenalkan nama saya fulanah ( nama samaran ) kali ini saya ingin bercerita tentang guru saya,
Pertama kali kenal manini itu ketika beliau datang ke mahad saya dan akan mengajarkan kelas menulis, bagi saya yang baru melihatnya
“Oohh, pipiet senja itu kayak gini”
Saat itu saya berfikir beliau seperti nenek-nenek pada umumnya yang “menyebalkan” hehehe, saya yang dari awal memang menyukai tulis menulis happy aja ngejalaninnya, tapi tidak dengan yang lain mungkin kelas itu diadakan dihari libur kami yang kesehariannya lumayan padet juga kata temen-temenku.
“Kan ga semua orang suka menulis”
Makannya kami sedikit keberatan dan akhirnya saya pun sedikit menjauhinnya, tanpa alasan.
Setelah beberapa bulan manini bolak balik setiap pekan kesini, tiba tiba dalam jangka waktu yamg panjang beliau tidak datang datang, kami sempat bingung tapi memutuskan untuk mendoakannya saja dari jauh.
suatu malam ba da isya, ustazd kami yang biasa dipanggil abi, baru pulang kerja mengatakan
“neng tolong siapin kamar buat manini bakal tinggal disini, selamanya”
Kami yang mendengarnya kaget “apaan nih tiba tiba, selamanya lagi aneh banget!”
Selama beberapa hari saya tidak peduli, tapi tetap pada kesopanan yang wajar, menjaga etika dan kenyaman tamu.
Sampai suatu hari beliau keluar kamar memanggil salah seorang diantara kami, karna disana cuma ada saya, akhir saya menghampiri beliau, dan ternyata beliau meminta tolong sesuatu kebetulan itu kemampuan saya.
Nah dari situlah saya yang biasa saja lama lumayan dan sering hingga senang sekali jika beliau membutuhkan pertolongan saya.
Saya tidak berharap apa apa, apalagi minta imbalan, padahal saya termaksud yang jarang sekali mengunjung nenek saya sendiri.
“Waah manini punya cucu baru”
banyak mengatakan saya seperti itu, entahlah mereka beranggapan seperti apa tentang saya.
pada akhirnya saya lumayan banyak memghambiskan waktu dikamar manini, bercerita, belajar, menonton bersama, hingga kadang kadang saya suka menemani beliau ketika malam menjelang.
Anggapan saya berubah manini ga kayak nenek nenek yang pada umumnya, seru malah orangnya.
saya semakin semangat menulis, banyak ide baru yang berdatangan, dan ada platfom yang bisa mempublikasikan karya saya, hehehe.
“kamu harus bisa jadi penulis hebat” suatu hari manini saat beliau sedang mendongeng kisah kisahnya pada masa lalu.
Thank manini semoga kedepannya saya bisa jadi penulis yang banyak melahirkan karya indah
