“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Dewa pada gadis yang sedang duduk di kursi taman
“K..kau bisa melihat ku?” tanya gadis itu
“Iya… aku bisa..” Ucap Dewa yang langsung di potong gadis itu
“Syukurlah… akhirnya ada seseorang yang bisa melihatku” ucap gadis itu memotong kalimat Dewa dan memeluknya
“Apa yang kau lakukan? menjauh dariku!”
“Oiya sebenarnya apa yang terjadi padaku?.. sudah beberapa hari ini semua orang seperti tidak melihatku” tanya gadis itu
“Alasan mengapa tidak ada seorangpun yang melihatmu karena saat ini kamu hanya sebuah arwah yang gentayangan dan sepertinya kamu tidak menyadarinya” jelas Dewa
“A..apa? maksudmu aku sudah meninggal?” tanya gadis itu
“Iya… itu benar…” jawab Dewa
“Tunggu dulu.. mengapa kamu bisa melihatku…? sedangkan aku ini hanya arwah gentayangan” selidik gadis itu
“Namaku Dewa.. aku utusan makhluk halus.. atau pangeran hantu.. tugasku membimbing arwah sepertimu pergi menuju ke akhirat dan meninggalkan dunia fana” jelas Dewa
“Tapi kalau aku sudah mati.. mengapa aku tidak mengingat apapun?” tanya gadis itu lagi
“Kejadian seperti ini biasa terjadi.. ada beberapa arwah yang telah meninggal tetapi melupakan masa lalunya” terang Dewa
“Jadi… apa yang akan kamu lakukan padaku? apakah kamu akan mengirimku ke akhirat?” tanya gadis itu
“Sebenarnya itu niatku… tapi kuota untuk mengirim arwah hari ini sudah habis… kamu biaa menungguku besok” ucap Dewa lalu berjalan meninggalkan arwah gadis itu
‘Sebenarnya masih ada satu kuota sih.. tapi malas ah… lagi gak mood’ batin Dewa
“Hah… sikap macam apa itu…” Bentak arwah gadis itu sembari mengikuti Dewa
“Mengapa kamu mengikutiku?.. pergi sana..” usir Dewa
“Bukankah kamu utusan para hantu… mengapa sikapmu padaku seperti ini?” tanya Arwah gadis itu
“Jangan menggangguku… aku sekarang lagi gak mood untuk melayani hantu kayak kalian” ucap Dewa
“Yaudah… kalau gitu aku bakalan ikutin kamu sampai besok… aku juga gak inget apa apa… jadi gak punya tempat nginep” ucap gadis itu
“Kamu itu hantu bego… kamu kan bisa tinggal di mana aja… lagian gak ada yang bisa liat kamu.. udah sana” ucap Dewa
“Ish… gak mau… pokoknya mau ikut” ucap gadis itu
“Akh.. oke aku akan kirim kamu ke akhirat… jangab ganggu aku lagi” ucap Dewa
“Katanya sudah gak bisa” cibir Gadis itu
“Aku bohong…” ucap Dewa mengeluarkan sebuah buku dari dalam tas lalu membukanya
“Buku apaan tuh?.. kepo dong” ucap gadis itu
“Ini buku kematian milikku, dengan buku aku akan mengirim kamu ke akhirat” terang Dewa
“Oh… gitu…” ucap arwah gadis itu
“Kalau gitu kamu siapin mental dulu untuk ke akhirat… karena kamu gak inget apa-apa… kamu akan mendapat ingatan baru sesuai yang tertera dalam buku ini” ucap Dewa
Setelah itu, Dewa membalik halaman demi halaman untuk mencari keterangan gadis itu. Setelah lama mencari, Dewa bingung karena keterangan gadis itu tidak ada didalam buku kematian
“Mengapa tidak ada” gumam Dewa
“Ada apa?” tanya arwah gadis itu
“Sepertinya kamu belum meninggal…” ucap Dewa
“Apa maksudmu?”
“Biasanya orang yang sudah meninggal keterangan hidupnya akan muncul didalam buku ini… tapi saat aku mencari… riwayat hidupmu tidak ada” ucap Dewa
“Apakah kamu ingat siapa nama mu?” tanya Dewa
“Aku hanya ingat kalau namaku Dela.. selain itu aku tidak mengingat hal yang lain” ucap Dela
Di tengah kebingungan, seorang pria yang mengenakan pakaian berwarna putih dengan mata berwarna biru laut, rambut berwarna silver seperti rambut Dewa dengan sayap di punggunya muncul tak jau dari mereka berdua dan secara perlahan berjalan mendekat.
“Dewa… dia siapa?.. apa dia malaikat? soalnya ada sayapnya… ganteng pula” Tanya Dela
“Dia adalah Noah… dia adalah saudara kembarku… dia adalah utusan surga” terang Dewa
“Noah… mengapa kamu disini?” tanya Dewa
“Apa kah aku tidak bisa menemui adikku sendiri?” ucap Noah mengelus kepala Dewa
“Apa yang kau lakukan… jangan main-main” ucap Dewa
“Baiklah… jangan cemberut” ucap Noah
“Noah… apa tujuan mu kesini?” ucap Dewa
“Kyle ingin bertemu dengan mu” ucap Noah
“Kyle…. mengapa kau bersembunyi” tanya Dewa
“B…begini…. s..sebenarnya… Kyle…” ucap Kyle terbata-bata
“Kyle… ada apa?…” Tanya Dewa sambil mengelus kepala Kyle
“S…sebenarnya… Kyle salah nyabut nyawa Kak…” Jawab Kyle
“A…Apa?… astaga… mengapa kau sangat ceroboh Kyle” ucap Dewa menepuk jidatnya
“Hehe… ya maap… soalnya namanya mirip dengan nama yang muncul di buku kematian ku” ucap Kyle
“Terus…. sekarang arwahnya ada dimana?” tanya Dewa
“Hehe… arwahnya dia” jawab Kyle menunjuk Dela
“Hah… dia?… Kyle… Kyle… menambah pekerjaan ku saja” ucap Dewa
“Hehe… maap kak Dewa.. Kyle janji tidak akan mengulanginya lagi” ucap Kyle
“Haah… yasudah… biar arwah ini aku yang urus… Kyle bisa melakukan pekerjaan yang lain” ucap Dewa
“B..benarkah?” Tanya Kyle
“Iya… sudah kalian berdua segera kembali melakukan tugas masing-masing” ucap Dewa
“Makasih kak Dewa… tapi apa yang akan kak Dewa lakukan sama arwah itu?” tanya Kyle
“Aku akan segera mengembalikannya ke tubuh aslinya secepatnya” jawab Dewa
“Caranya?” tanya Kyle
“Kan kamu tau kekuatan ku… sudahlah kalian berdua segera kembali… dan lakukan pekerjaan kalian dengan benar” ujar Dewa
“Oiya Dew… ada kabar dari tim pengawas… akhir-akhir ini sekumpulan roh jahat sedang mengacau di dunia fana… kamu harus bisa mengatasinya” ucap Noah
“Oh… gitu pantas aku bertemu beberapa tadi… yaudah kalian segera kembali… aku mau pulang kerumah… rebahan… besok sekolah” ucap Dewa
“Yaudah kalau gitu… kami berdua akan pergi” ucap Noah melebarkan sayap kemudian terbang keangkasa di ikuti Kyle
“Apakah kamu mau ikut aku?… aku mau pulang…” ucap Dewa
“Yaudah… aku ikut aja deh”
Keesokan harinya, Dewa mengerjapkan matanya dan melihat sebuah lengan melingkar di atas dadanya, ia pun terkejut dan spontan menghempaskan tangan itu dan membuat si pemilik tangan terbangun
“Apa yang kau lakukan?” ucap Dewa
“Haaa… selamat pagi” sapa Della
“Mengapa kamu tidur di sampingku?… kan ada kamar tamu” ucap Dewa
“Memangnya kenapa?… aku kan hanya roh” ucap Della
“Serah kamu deh… aku mau mandi sudah hampir telat aku kesekolah” ucap Dewa berjalan ke arah kamar mandi
“Eits… tunggu dulu” ucap Della menghentikan Dewa lalu melihat dewa dari atas sampai bawah
“Kenapa?… ngapain ngeliatin kayak gitu?” tanya Dewa
“Kok kayaknya…. penampilan kamu sekarang sama yang tadi malam beda yah?” ucap Della
“Ya emang… Semalam lagi bertugas makanya beda sama sekarang” jelas Dewa
“Tapi aku suka yang sekarang… lebih keren” puji Della
“Gak usah gombal… udah sana aku mau mandi” ucap Dewa lalu masuk kedalam kamar mandi
“Aku intipin ah…” ucap Della
Della berjalan menngendap-endap menuju pintu kamar mandi dan bersiap menerobos pintu kamar mandi dan
‘Brukh’
“Aw… sakit” Rintih Dela mengelus-elus kepalanya
“Bodoh… kamu pikir aku gak tau niat kamu?… selama kamu di rumah ini kamu bisa menyentuh apapun… atau bisa di katakan kamu itu memiliki wujud di rumah ini” ucap Dewa dari dalam kamar mandi
“Kenapa baru bilang sekarang…. aduh… sakit lagi kepalaku” Ucap Dela
“Mangkanya jangan iseng” ucap Dewa keluar dari dalam kamar mandi
“Aku mau ganti baju… hus… keluar dari kamarku” usir Dewa
“Gak mau.” ujar Dela
Dewa menjentikkan jarinya dan secara ajaib Dela langsung berada di luar kamar.
“Ish… kesel deh” teriak Dela
“Dasar gadis aneh” gumam Dewa
‘Eh.. apa yang terjadi denganku?… aku tersenyum… sudah lama aku tidak tersenyum… apakah karena Dela?’ batin Dewa melihat dirinya di cermin
***
Penulis : Muh. irwan ali
Asal sekolah :SMA HASKA
Kelas : Mipa 10
Kec : Katoi
Kab : Kolaka Utara
