Oleh : Salwangi

Namaku Bulan Purnama. Teman-teman biasa memanggilku Bulan. Ibu memberiku nama Bulan Purnama karena aku lahir pada saat bulan purnama. Sekarang aku sudah berumur 18 tahun. Aku berasal dari Semarang dan sekolah di SMA 4 Semarang.

Dulu aku adalah siswa yang bisa dibilang di bawah standar, atau paling bodoh di kelas di antara 40 siswa. Aku termasuk siswa yang pendiam dan tertutup ketika di sekolah, padahal ketika di rumah, akulah yang paling cerewet yang selalu bisa mencairkan suasana.

Aku juga sering dibully dan semua orang menjauhiku. Aku tidak tahu apa alasan mereka melakukan itu padaku. Mungkin karena aku tidak secantik teman-teman kelasku, atau karena aku selalu menduduki peringkat ke 37 dari 40 siswa. Entahlah.

Aku sadar aku memang anak yang malas dan selalu datang terlambat ke sekolah, bahkan sering ketinggalan banyak mata pelajaran. Mungkin karena itu juga tidak ada yang mau berteman dengan orang bodoh sepertiku.

Namun, seiring berjalannya waktu, aku menyadari bahwa begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia. Aku mulai melawan rasa malas itu , bahkan bisa di,bilang aku sudah tidak pernah terlambat lagi ke sekolah dan ketinggalan mata pelajaran. Ketika duduk di bangku SMP, aku mengalami banyak perubahan mulai dari sikapku yang pendiam, kini terbuka dan apa adanya terhadap teman-teman. Kini aku menjadi siswa yang rajin, dan memiliki semangat belajar yang tinggi hingga selalu menduduki peringkat 1 di antara 30 siswa.

Sekarang semua teman-teman di sekolah sudah tidak membully ataupun mengejekku lagi, bahkan banyak yang mau berteman denganku.

Di situlah aku sadar bahwa menjadi orang bodoh itu sangat tidak baik, karena kesuksesan akan mendekati kalau kita mau berusaha dan terus belajar. Maka berusahalah untuk meraih mimpimu.Jangan biarkan menjadi debu karena kamu akan menyesalinya. Tidak ada kata terlambat jika kita mau berusaha dan tidak ada usaha yang mengkhianati hasil.

(Visited 38 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *