Oleh : Suci Angraini

Kawan-kawan Aldino yang tadi ingin membantu Vani dan Veni berdiri, langsung mengurungkan niatnya saat melihat perubahan dari Vani dan Veni.

“Harusnya gue yang nanya lu siapa, berani banget kalian deketin Aldino dan kawan-kawannya,” kata gadis berpenampilan sangat sexi yang menarik rambut Vani dan Veni. Dan terlihat di belakang gadis sexi itu ada beberapa gadis yang berpenampilan tidak jauh berbeda dari gadis yang menarik rambut si kembar.

Vani dan Veni menyimpulkan bahwa gadis-gadis yang di belakang gadis tadi  adalah antek-anteknya.  

“Emang lo siapanya  mereka hah ,”kata Vani meninggikan suaranya.

“Aldino tuh pacar gue, paham ?” Jadi lu berdua nggak usah sok ngedeketin Aldino dan kawan-kawannya deh. Kegatelan banget lu berdua ,”kata si gadis sexi itu sambil menunjuk Vani dan Veni.

Gadis sexi itu belum mengenal siapa Vania, karena dia baru masuk 2 hari yang lalu, dan saat pertama kali melihat Aldino, gadis sexi itu  langsung mencap bahwa Aldino adalah pacarnya walaupun Aldino tidak mengenalnya sama sekali.

Gadis sexi itu adalah Alia dan kawan-kawannya, Angel, Maya, Sari, dan Putri.

“Berani banget Lo nunjuk gue, mau mati lo hah ,” bentak Vani dan Veni serempak.

“Emang kenapa, ada masalah,”  balas Alia meremehkan Vani dan Veni.

“Nggak ada sih, cuman tangan gue lagi gatel pengen mukul orang ,” kata Venia dengan tersenyum smirk di balik maskernya, dan itu membuat aura Veni dan Vani sangat menyeramkan.

“Cih, sok jago banget kalian ,”kata Alia bedecih.

Plak, Plak, Plak

Vania menampar wajah Alia berkali-kali.

“Berani banget lu nampar gue ,”bentak Alia sambil melayangkan tamparan juga ke Vani.

Tapi belum sempat itu terjadi, Venia lebih dulu menahan dan mencengkeram lengan Alia.

“Jangan berani-berani mengangkat tangan  lo buat nyakitin Vani ,”kata Veni sambil mencengkram lebih keras lengan Alia hingga terdengar suara ‘krek’ .

“Argh, tangan gue sakit, hiks hiks hiks ,”tangis Alia dan memegangi lengannya.

Kawan-kawan Alia yang melihat itu  langsung menghampiri Alia dan membopongnya ke UKS. 

Banyak yang menyaksikan kejadian itu, baik siswa maupun guru dan kepala sekolah. Mereka bergidik ngeri dengan kejadian yang barusan mereka saksikan.

Aldino menyaksikan itu dari jauh tapi dia tidak mau melerainya.

“Gue nggak mau liat anak itu di sekolah ini, paham ?” teriak Vania yang matanya tajam tertuju kepada kepala sekolah.

“I-iya baiklah ,” kata kepala sekolah saat ditatap tajam oleh Veni.

(Visited 42 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *