Oleh : Farah Aprilia Nursyah
Masih pagi pagi sekali, temanku Senja, sudah mendapat masalah. Ia kehilangan handphonenya yang membuat panik semua orang. Kedengarannya mungkin biasa saja, tapi peristiwa ini sangat membekas bagi Senja dan teman teman lainnya yang berjuang mencari handphone Senja yang menghilang.
Pagi itu, adalah hari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirayakan di sekolahku. Kebetulan aku adalah salah satu anggota organisasi di sekolah, dan juga Senja temanku. Saat tiba di sekolah, kulihat Senja panik, seperti mencari sesuatu yang hilang. Ternyata Senja kehilangan handphonenya. Aku dan teman teman – teman OSISku berusaha membantu Senja menemukan handphonenya. Siapa tahu mungkin ia lupa dimana menaruhnya. Namun, sudah beberapa kali kami mencari, kami tidak menemukannya. Kami juga sudah beberapa kali mencoba menelpon handphone Senja, tetapi sama sekali tidak ada tanda- tanda keberadaan handphone itu.
“Sebelum tiba di sekolah, aku masih memegang handphoneku, namun aku baru sadar saat tiba di sekolah ternyata aku hanya menggenggam sebuah telur rebus,” jelas Senja. Namun sayangnya, acara Maulid sudah dimulai. K ami memutuskan untuk mencari selepas acara Maulid nanti. Beberapa jam berlalu sejak acara usai, Senja masih belum juga menemukan hpnya. Siang itu sekitar pukul 14.00 wita, aku sudah tidak melihat Senja. Rupanya ia sudah pamit pulang. Teman- teman lainnya masih sibuk membersihkan lapangan yang penuh sampah kertas minyak, beberapa gelas plastik dan dos kotak makanan. Ya, kami selesai membersihkan lapangan tempat acara Maulid tersebut pukul 16.00 sore, dan tidak lupa kami berusaha lagi mencari hp Senja yang masih hilang. Ayu, temanku yang lainnya, bahkan sudah berusaha menghubungi semacam pusat berita informasi di kota tempat tinggalku. Namun sayang sekali, pesan kami tidak digubris atau direspon oleh mereka.
Saat kami berpisah dan pulang ke rumah masing masing, kami masih belum menemukan hp itu. Kami semua berharap, ada seseorang yang menjawab panggilan kami yang ditujukan ke handphone Senja itu. Kami berharap tidak ada orang jahat yang mengambilnya. Dan tidak sampai disitu, Salfa temanku lagi yang lainnya, mencoba lagi menghubungi nomor handphone Senja, dan tidak disangka- sangka, panggilan itu diterima. Dua orang bapak – bapak yang berprofesi sebagai ojek, menemukan handphone itu. Katanya, handphone Senja ditemukan di -jalanan. Salfa, dengan kakak Senja, yang tiba tiba menelpon, bersama- sama pergi mengambil hp tersebut yang sudah ditemukan oleh bapak-bapak ojek tadi. Dan akhirnya, Senja dapat menggenggam kembali handphonenya yang sempat menghilang.
Watansoppeng, 5 November 2021
