Oleh : Rizky Inayah
Langit yang gelap dengan hamparan angin yang sangat kencang pertanda bahwa sebentar lagi hujan akan turun. Di sinilah aku duduk di depan meja belajarku sambil mengerjakan tugas yang diberikan oleh guruku kemarin. Saat aku mengerjakan tugas tersebut, tiba-tiba saja orang yang aku temui tadi membuat jantungku berasa berdegup kencang. Apakah ini yang dinamakan rasa suka? Tapi menurutku ini tidak mungkin. Aku pun mulai bergelut dengan pikiranku. Tak lama kemudian mama tiba -tiba masuk ke kamarku membawa secangkir teh hangat yang aromanya sangat menyengat dan sangat pas dengan cuaca saat ini.
Hujan mulai reda , tugas yang kukerjakan juga sudah selesai . Aku mulai memikirkan dia lagi. Ya ..siapa lagi kalau bukan orang yang aku temui tadi. Aku mengenalnya tanpa sengaja tapi kenapa rasanya berbeda dari yang lain? Disini aku berpikir bahwa aku mengaguminya saja, tapi aku salah. Ternyata aku menyukaimu, meskipun kamu tak mengetahuinya.
Waktu terus berlalu , rasa suka padamu masih sama. Aku tidak tau bagaimana cara menghilangkan perasaan ini. Bagiku kamu adalah penyemangat hidupku di saat aku lagi sedih. Melihatmu saja aku bahkan lupa dengan masalahku.
Tepat di hari ini aku akan menyatakan perasaanku padanya. Ada rasa senang dan gugup untuk menyatakannya, tapi rasa ini sudah tidak bisa kutahan lagi. Saat aku ingin menyatakan perasaanku kepadanya, tiba -tiba saja aku melihatnya dengan sosok yang tidak aku kenal sama sekali. Tak lama kemudian, aku beranjak dari tempat itu. Yang kurasakan saat ini adalah rapuh se rapuhnya dan pada kenyataannya mengaguminya hal yang paling tepat daripada menyukainya.
Watansoppeng, 5 November 2021
