Oleh: Firda Sudirman*

Kita tidak mungkin mengejar sesuatu tanpa tujuan yang jelas. Mengapa kita mengejar nilai? Karena nilai juga penting. Masuk SMA favorit butuh nilai, masuk universitas favorit butuh nilai, cari beasiswa juga butuh nilai, nilai bukan hanya sekedar angka.

“Sukses gak ditentukan dari nilai lo berapa” Ya betul. Namun, salah satu cara kita meraih impian dan kesuksesan melalui nilai bukan? Apa salahnya kita merenungi kesalahan kita? Bersedih atas nilai yang tidak sesuai dengan harapan? Bersedih atas nilai yang tidak sesuai dengan kerja keras kita selama ini?

“Halah ngapain sih ambis sama nilai. Itu hanya angka”. Wkwk, mau dijelaskan seperti apa pun juga kalian ga akan mengerti karena emang kalian ga ada di posisi kita. Kita mati-matian ngejar nilai itu biar apa? Ya biar orang tua kita bangga sama kita, setidaknya kita punya prestasi yang bisa dibanggakan. Kalian ga akan pernah tau di balik orang yang ambisius dan mati-matian ngejar nilai itu untuk apa.

Hanya beberapa orang yang mengerti kondisi ini, karena sisanya menganggap nilai itu mudah didapatkan, jika kita berusaha. Seseorang pernah mengatakan “Aku udah berusaha sebaik mungkin tapi karena ini sudah lebih dari batas kemampuanku, aku berubah jadi lemburan debu”.

Di mana semua orang mementingkan nilai serta mengesampingkan kesehatan mental. Di situlah awal mulai dari perubahan sikap, anak akan terus belajar dan tak mau istirahat. Dia akan marah dan stress jika sesuatu yang ia inginkan dengan susah payah, tidak tercapai dengan sempurna karena yang mereka pikirkan bukan lagi tentang dirinya, tapi perkataan orang yang terus memaki dan merendahkannya.

Apa pun nanti hasilnya, banggalah terhadap setiap proses yang kamu lalui. Hargai dirimu yang terus berusaha untuk menjadi lebih baik, ucapkan terimakasih pada dirimu yang tidak pernah menyerah.

Kamu tidak perlu membuktikan apa pun untuk siapa pun. Sadari bahwa perjalananmu adalah perjuanganmu, dirimu sendiri yang tau capeknya, sedihnya begitu pun bahagianya. Maka dari itu jadilah rumah untuk dirimu sendiri.

Yakinlah suatu saat nanti kamu akan menikmati apa yang selalu kamu usahakan dan doakan.
𝐈,𝐦 𝐩𝐫𝐨𝐮𝐝 𝐨𝐟 𝐦𝐲 𝐬𝐞𝐥𝐟.

*Penulis adalah Siswi SMPN 2 Lilirilau

(Visited 449 times, 2 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *