By Besse Zaskia Utami

Pagi itu kami diberitahu ada kegiatan kemah pramuka yang dilaksanakan tiga hari. Mendengar itu, aku jadi senang dan gelisah. Senang karena kegiatan pramuka melatih kemandirian bersama teman-teman, gelisah karena seragam dan lain-lain perlengkalan belum disiapkan. Sampai di rumah aku meminta tolong pada Ibu, agar membelikanku peralatan yang aku butuhkan, karena siang kami sudah harus berangkat ke lokasi perkemahan.

Sampai di sekolah ada kabar kalau ada salah satu teman yang terkendala berkumpul di sekolah. Kami pun semua bersama bapak guru pergi menjemput di desanya. Inilah salah satu nilai kebersamaan dan kerjasama yang diajarkan dalam dunia pramuka.

Kemah kami dilaksanakan di Pantai Berova yang letaknya di Desa Pitulua Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara. Siswa yang ikut dari sekolah kami ada enam orang yang terdiri dari tiga siswa dan tiga siswi.

Sesampainya di lokasi, aku melihat tempat itu begitu ramai karena banyak siswa-siswi dari sekolah lain yang ikut kegiatan pramuka juga. Saat kami menuju tempat yang akan dibangun tenda, kami melihat sudah ada bapak dan ibu guru yang akan membantu kami membangun tenda.

Setelah tenda terpasang dengan baik, kami langsung siap-siap untuk mengikuti agenda upacara pembukaan kemah pramuka yang akan berlangsung selama 3 hari.

Malamnya sesudah salat Isya, sebagian anggota pramuka mengikuti lomba membaca puisi, dan lomba menyanyikan lagu daerah. Acara ini berlangsung dari pukul 19.30 sampai dengan pukul 23.00 yang diikuti oleh banyak siswa dari berbagai sekolah. Karena sudah larut malam, seluruh penggalang disuruh untuk beristirahat di tenda masing-masing.

Waktu subuh datang, kami pun shalat subuh secara berjamaah. Pagi menyapa, kami semua langsung siap-siap untuk senam pagi. Sementara agenda siang ada lomba permainan tradisional, seperti bolak-balik balok dan engrang. Lomba pasti seru, karena diikuti juga oleh salah satu Teman mewakili sekolah.

Berkumpul dan bermain bersama dengan teman-teman, membuat waktu berjalan begitu cepat. Tidak terasa sudah dua hari berlalu mengantar kami pada malam terakhir kemah, yang diisi dengan acara membaca puisi dan menyanyikan lagu daerah secara bersambung.

Besoknya sebagai hari terakhir kemahnya, kami semua berpetualang menelusuri tempat-tempat yang ada di lokasi yang berlangsung tiga jam lamanya. Seru, asik, senang, dan capek menjadi satu dalam perasaan berpetualang sama teman-teman.

Waktu terus berjalan, hingga siang tiba untuk mengikuti upacara diakhir. Upacara terakhir ini selalu di tunggu-tunggu, karena ditandai dengan pengumuman pemenang lomba bolak-balik balok dan engrang. Bagi mereka yang juara diberikan piala dan piagam penghargaan.

Tiga hari yang penuh kebersamaan dan canda ria itu pun berakhir. Kami semua sudah sangat ingin pulang di rumah masing-masing berkumpul keluarga. Terimkasih Bapak dan ibu guru, terimakasih Tuhan telah menjaga kami.

(Visited 97 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *