Oleh : Sinar

Keesokan harinya, Alex, Aril dan Ayah Aril berangkat ke Bandung buat operasi ayahnya. Di tengah jalan, tiba-tiba dada Ayah Aril sakit. Aril dan Alex pun panik tak tahu mau berbuat apa. Lalu Alex melihat ada sebuah rumah sakit kecil. Terpaksa mereka berhenti di pertengahan jalan dan membawa Ayah Aril ke rumah sakit itu. Saat mereka tiba, ayah Aril langsung dibawa ke ruang UGD, dan segera ditangani oleh dokter.

Pada malamnya, Alex lapar dan bertanya kepada Aril, “Ril, kamu nggak lapar, ini sudah tengah malam loh.”

“Lapar sih Lex ,tapi aku nggak mau ninggalin ayah aku” jawabnya dengan wajah lesu.

Alex berkata, ” Ya udah Ril, aku mau pergi beli makanan dulu ya .”

Tapi saat Alex berjalan menuju kantin, tiba-tiba Aril memanggilnya dan berkata, “Tunggu Lex biar aku aja yang pergi beli makanan, soalnya aku sekalian mau ke toilet juga. Jagain ayah aku yah Lex.”

Alex menjawab, “ Ya udah Ril, aku akan jagain ayah kamu.”

Aril pun berjalan menuju kantin rumah sakit.

Sudah beberapa jam berlalu, namun Aril tak kunjung datang. Alex pun mulai gelisah.

“Aril mana sih, kok lama banget” katanya dalam hati.

Tiba-tiba dokter keluar dari ruangan UGD lalu berkata, “Maaf nak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi kami tidak bisa menyelamatkan ayah teman kamu.”

Alex kaget dan langsung mengeluarkan air mata dan membayangkan bagaimana kalau Aril tahu ayahnya sudah tiada. Tidak lama kemudian, Aril kembali dari kantin dan kaget ketika melihat Alex menangis.

” Kamu kenapa Lex, kok nangis,” tanya Aril dengan wajah penasaran.

Alex langsung memeluk Aril sambil berkata, “Ril, yang sabar yah, ayah kamu sudah tiada, dia sudah tenang dan tidak sakit lagi,” jawab Alex dengan wajah sedih.

Aril terkejut dan langsung duduk menangisi kepergian ayahnya. Aril berteriak histeris sehingga membuat kaget seisi ruangan di rumah sakit itu. Ia masih belum bisa menerima kenyataan perihal kematian ayahnya.

Dokter menenangkannya, tapi ia masih tetap saja tidak bisa tenang. Bahkan Aril hampir membunuh dokter itu. Tapi untungnya ada Alex yang menahan dan menenangkannya.

Penulis : Sinar

Kelas : X

Asal Sekolah : SMAN 1 Lasusua

(Visited 271 times, 1 visits today)
One thought on “Sahabat Sejati Part 2”
  1. Sudah bagus,lebih bagus lagi kalau alurnya semakin diperketat, bagian pengenalan dan klimaks,lalu ditekan pada penutup. Jadi,walaupun alurnya sangat pendek,tapi sangat berkesan. Kemudian, selanjutnya nanti, tidak apa-apa pakai dialeg lokal sj, jadi,pembaca langsung tahu dan mengenal asal penulisanya 🙏🙏🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *