Oleh : muh.irwan

Saat tersadar, Arya mendapati dirinya berada di sebuah ruangan yang gelap dengan keadaan kaki dan tangan terikat disebuah kursi.

“A..apa yang terjadi? Di mana ini? Arsa dan yang lainnya di mana?” ucap Arya sambil mencoba melepaskan tali yang mengikatnya.

Saat mencoba melepaskan tali tersebut, tiba – tiba lampu di ruangan itu menyala satu persatu, dan yang membuat Arya terkejut adalah sosok yang ada di depannya.

“Apa maksudnya ini pak kades?” tanya Arya.

Sosok di depan Arya adalah pak kades. Pak kades perlahan mendekati Arya dengan mimik wajah yang menyeramkan. Seketika bulu kuduk Arya berdiri saat melihat sosok pak kades.

Pak kades berhenti lalu berjalan ke arah lain dan yang membuat Arya terkejut, arah yang di tuju pak kades adalah tempat Arsa dan teman temannya yang tidak sadarkan diri.

“Pak kades, berhenti di sana, mau apa kau, jangan berani sakiti adik dan teman-temanku” ucap Arya memperingati pak kades.

Tiba-tiba pak kades berubah wujud menjadi makhluk yang mengerikan sampai-sampai membuat Arya sangat ketakutan karena belum pernah berhadapan dengan makhluk seperti yang ada di depannya. Makhluk itu mendekat ke arah Arsa dan teman-temannya lalu berhenti tepat di depan Arsa. Arya mencoba melepaskan tali yang mengikatnya. Makhluk itu menggunakan kekuatannya lalu mengangkat Arsa ke udara. Melihat hal itu, Arya mencoba menyerang makhluk itu dengan kekuatannya, namun sayang kekuatannya melemah karena efek mantra tidur yang mengenainya.

“Sial! jangan sakiti adikku” ucap Arya.

Sosok itu kemudian mencengkeram leher Arsa.

“Arsa!!!” ucap Arya.

Kemudian, liontin yang digunakan Arya dan Arsa pecah. Saat liontin Arsa pecah, sosok itu terpukul mundur oleh cahaya yang dihasilkan dari pecahan liontin itu.

Di tempat lain

“Sudah saatnya aku keluar dari kurungan ini” ucap seseorang.

Tidak lama kemudian, bangunan tua yang ingin dimasuki Arya pada hari itu hancur dan keluarlah sosok orang yang mengajak Arya berbicara lewat telepati.

“Lili, kakak minta maaf sudah menghancurkan rumahmu” kata pria itu.

“Gak papa Kak Novan, Lili senang Kak Novan akhirnya bisa bebas” ucap Lili.

“Lili bawa liontin ini dan pergi ke kebun pala. Tepat di bawah sebuah pohon yang melengkung lalu lemparkan liontin ini di antara pohon itu. Mengerti?” ucap Novan.

“Mengerti” ucap Lili lalu mengambil liontin yang diberikan Novan lalu menghilang.

“Apa yang terjadi” ucap makhluk itu” kata makhkuk itu.

Tiba-tiba, angin bertiup kencang lalu pintu terbuka. Saat pintu terbuka, ikatan yang mengikat tangan dan kaki Arya terbuka.

“Selamatkan Adik dan teman-temanmu. Makhluk itu bukan lawanmu” ucap suara itu.

“Suara itu lagi, siapa kamu?” Tanya Arya.

“Sebaiknya segera selamatkan orang yang penting bagimu” ucap suara itu.

Arya berlari ke arah Arsa dan teman-temannya. Saat Arya sudah dekat dengan Arsa dan teman-temannya, sosok itu langsung menyerang Arya, tetapi langsung ditahan oleh Novan.

“Cepat selamatkan mereka” ucap Novan.

“Jadi suara itu kau” kata Arya.

“Jangan menunda waktu” ucap Novan.

“Baiklah, terima kasih” ucap Arya.

Arya berlari ke arah Arsa dan teman-temannya, lalu menyadarkan mereka berempat.

“Sudah lama aku terperangkap oleh jebakanmu. Kali ini aku akan menghilangkanmu dari muka bumi ini” ucap Novan lalu mengarahkan tangannya ke arah makhluk itu.

Seketika cincin Novan mengeluarkan cahaya dan di tubuh makhluk itu muncul ular raksasa dan melilit tubuh makhluk itu.

“Kau pikir ular ini bisa menahanku, jangan harap” ucap makhluk itu.

Ular yang melilit tubuh makhluk itu menghilang, tetapi Novan tidak menyerah. Ia kembali melancarkan mantra-mantranya tetapi berhasil dikalahkan makhluk itu.

“Sial, dia kuat sekali” ucap Novan.

Arya mencoba membangunkan Arsa dan teman-temannya. Setelah beberapa saat, mereka berempat akhirnya sadar.

“Sa, kamu gak papa kan? Kalian juga gak papa kan?” Tanya Arya kepada mereka berempat.

“Gak papa kok Ya! Cuma pusing aja” ucap Reyhan.

“Iya Ya, aku juga sama” jawab Rendra.

Novan dan makhluk itu masih bertarung, tetapi makhluk itu bukan lagi tandingan Novan. Makhluk itu lebih kuat dari yang terakhir kali Novan melawannya. Setelah lama bertarung, Novan terhempas ke arah Arya dan teman-temannya karena tidak dapat menahan serangan makhluk itu.

“Sa, kita harus menyatukan kekuatan kita, dengan begitu aku bisa menggunakan semua kekuatanku” ucap Arya.

“Baiklah Ya” ucap Arsa yang kemudian melakukan ritual penyatuan roh mereka.

Arsa menutup matanya sambil menggenggam tangan Arya. Seketika sebuah cahaya yang hanya bisa dilihat Novan dan makhluk itu muncul menyelimuti tubuh Arya.

“Beraninya kamu ingin melukai Adikku di depanku sendiri. Jangan harap bisa bebas dariku” ucap Arya kemudian berlari ke arah makluk itu.

“Jangan menyerangnya” teriak Novan.

“Heh, bocah, kamu pikir bisa melukai….”

Belum sempat makhluk itu menyelesaikan perkataannya, Arya melayangkan pukulan tepat di perut makhluk itu yang membuatnya mundur beberapa meter ke belakang.

“Apa yang terjadi? Mengapa dia tiba-tiba menjadi kuat?” Gumam makhluk itu .

“Apa yang kamu pikirkan, apakah kamu takut, jangan pikir aku akan membiarkanmu melarikan diri” ucap Arya lalu mengarahkan tangannya ke atas. Seketika muncul sebuah penghalang yang mengelilingi tempat mereka berdua.

“Siapa kamu sebenarnya?” Ucap makhluk itu.

“Bersiaplah untuk musnah” ucap Arya.

Arya menyerang sacara terus-menerus hingga makhluk itu tidak mempunyai kesempatan untuk menyerang balik Arya. Makhluk itu hanya bisa bertahan menerima serangan Arya.

Melihat hal di depannya, Novan terkejut menyadari bahwa Arya mempunyai kekuatan yang setara dengan kakeknya. Tetapi ia merasa aneh mengapa tidak dari tadi Arya menggunakan kekuatannya.

Novan memerhatikan cahaya yang menyelimuti Arya. Saat memerhatikan cahaya itu, ia melihat sebuah jalur cahaya kecil dan mengikuti jalur itu sampai ke tempat Arsa duduk sambil menutup mata.

“Jadi dia mempunyai saudara kembar, berarti dia adalah Arya dan Arsa yang selalu kakek bicarakan sebelum aku terperangkap di desa ini” ucap Novan.

Arya dan makhluk itu masih bertarung. Makhluk itu dibuat babak balur oleh Arya. Saat ingin memusnahkan makhluk itu dengan pukulan pamungkasnya, makhluk itu memohon padanya.

“Maafkan aku, ampuni aku, jangan musnahkan aku, lili masih membutuhkanku” ucap makhluk itu.

Saat mendengar itu, sisi kemanusiaan Arya bangkit. Hal itu membuatnya ingin membiarkan makhluk itu tetapi Novan menghentikannya.

“Jangan percaya dengan omongannya” teriak Novan, Namun terlambat cahaya penghubungnya terputus.

“Dasar manusia, mudah sekali tertipu” ucap makhluk itu lalu menyerang Arya sampai terlempar ke arah Novan dan teman-temannya.

Arya kehilangan kesadarannya saat menghantam dinding saat makluk itu menyerangnnya dan menerbangkannya ke belakang.

Arsa langsung berlari ke arah Arya, “Ya, Arya, bangun Ya” ucap Arsa sambil menggoyang-goyangkan tubuh Arya.

Makhluk itu mencoba menyerang ke arah Arya dan Arsa tetapi dihentikan oleh sebuah penghalang yang tercipta dari cahaya gelang Arya. Tubuh Arya terangkat ke udara lalu turun dengan kaki sebagai tumpuan.

“Akhirnya kita bertemu lagi” ucap Arya pada makhluk itu dengan ekspresi yang membuat makhluk itu mundur.

“K…kau bagaimana mungkin” ucap Makhluk itu.

“Apa yang tidak mungkin, dia adalah keturunanku. Jelas aku bisa mengendalikannya” ucap Arya.

Makhluk itu hendak melarikan diri, tetapi dengan sekejap mata Arya sudah ada di belakangnya.

“Jangan berpikir bisa lari dariku” ucap Arya.

Makhluk itu mencoba menyerang Arya tetapi ditahan menggunakan satu tangan oleh Arya. Arya menarik tangan Makhluk itu lalu membantingnya.

Arsa terkejut melihat perubahan pada kakaknya, begitu pun dengan Novan. Walaupun Teman-teman Arya tidak mengerti tetapi mereka menatap ngeri pada Arya.

“Sejak kapan Arya sekuat itu?” Ucap Arsa.

“Dia bukan Arya” ucap Novan.

“Apa maksudmu?” Tanya Arsa.

“Tubuhnya diambil alih oleh roh yang bernaung dalam gelangnya” ucap Novan.

“Bagaimana mungkin” ucap Arsa keheranan.

Arya kembali mengempaskan makhluk itu ke tanah beberapa kali hingga akhirnya makhluk tersebut menghilang. Setelah makhluk itu menghilang, ruangan yang semula mereka tempati menjadi hutan dengan banyak pohon-pohon tinggi.

Roh yang merasuki Arya keluar dari tubuhnya, Arya kembali tidak sadarkan diri. Tidak lama setelah itu, warga desa yang asli dengan membawa obor muncul tidak jauh dari tempat mereka.

“Apa yang terjadi pada anak muda ini?” Tanya kakek itu.

“Dia pingsan setelah mengalahkan Makhluk itu kek” ucap Novan.

“Sebaiknya kita kembali ke desa, tidak baik kita berlama-lama di sini” ucap kakek itu.

Keesokan harinya, Arya akhirnya siuman dan mendapati dirinya berada di atas tempat tidur dengan perban di tangan dan badannya

__TAMAT__

Penulis : Muh.irwan

Asal sekolah : SMA Haji Agus Salim

Kelas : Sepuluh (x)

KOLAKA UTARA

(Visited 40 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *