Oleh: Arga Ayu Kumala

Bunglon termasuk hewan reptil, berkembang biak dengan cara bertelur. Hewan ini unik karena warnanya bisa berubah-ubah sesuai yang ditempatinya. Bentuknya hampir mirip dengan tokek, tapi jelas beda yaaa…kalau tokek kan di dinding, sedang bunglon di pohon atau semak-semak.

Bunglon mempunyai lidah yang panjang, sehingga mudah untuk menangkap mangsanya. Seperti cicak yang menjulurkan lidah menangkap mangsanya tapi tak seperti bunglon panjangnya.

Cicak dan bunglon mempunyai cara yang hampir sama saat berada dalam bahaya. Cicak memutuskan ekornya, sedang bunglon menyamarkan warna kulitnya sesuai dengan tempatnya, mengelabui musuhnya untuk menyelamatkan diri.

Jika ingin menangkap bunglon, harus hati-hati yaaa, karena kalau sampai digigit rasanya sangat sakit. Bunglon juga bisa dipelihara, tapi harus di kandang yang luas dan bernuansa hutan atau banyak pepohonan untuk memudahkan beradaptasi. Apalagi kalau banyak macam warna di kandangnya, bisa dilihat dengan jelas saat warnanya berubah.

Meski bunglon unik, tapi kita tidak boleh seperti bunglon yaaa. Sifat bunglon tidak patut untuk dicontoh. Bunglon selalu mengelabui lawannya dengan menyamarkan warna kulitnya, sehingga lawannya mudah tertipu.

Kita harus mempunyai prinsip dan pendirian yang kuat, tidak plin plan. Tidak seperti bunglon ketika berada di tempat hijau ikut hijau, kuning ikut kuning dan sebagainya. Warna bunglon memang unik tapi sifat bunglon tidak baik untuk kita, karena kita dididik untuk selalu berbuat baik, jujur dan saling menolong.

Watansoppeng, 17 Januari 2023

(Visited 99 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *