By: Muh.Irwan

Pagi itu, Bayu berangkat ke sekolah lebih awal dari siswa lain. Saat sampai di sekolah, Bayu belum melihat satupun siswa yang datang. Bayu berjalan ke arah kelas berniat membuka pintu kelas dan menyimpan tasnya di kelas. Namun saat melewati pohon jeruk yang ia tanam dengan teman sekelasnya, Bayu tiba-tiba merinding.

“Kok aku tiba-tiba merinding ya” gumam Bayu.

Bayu berjalan melewati pohon jeruk tersebut, kemudian ke kelasnya dan membuka pintu kelas. Saat Bayu membuka pintu kelas, seluruh ruang kelas berantakan, banyak debu dan sampah yang berserakan. Bayu kemudian meletakkan tasnya, ia lalu menaikkan kursi di atas meja dan membersihkan ruangan tersebut

Saat sedang membersihkan di kelas, Bayu melihat keluar kelas dan melihat seorang perempuan duduk di bawah pohon jeruk itu. Bayu menghentikan kegiatannya dan menghampiri gadis tersebut. Saat Bayu ingin menyapa gadis itu, tiba-tiba sahabatnya Rendi datang dan mengagetkan Bayu.

“Dorrr” teriak Rendi hingga mengangetkan Bayu.

“Astagfirullah Rendi! ngagetin aja kamu” ucap Bayu sambil memukul Rendi.

“Ampun Bay sakit” ucap Rendi yang kesakitan akibat pukulan Bayu.

“makanya lain kali jangan ngagetin” ucap Bayu.

“kamu si serius banget jalannya jadi ya biar seru aku kagetin, emangnya liat apaan sih ?” tanya Rendi.

“Aku liat i…tu eh tadi di situ ada orang deh” kata Bayu sambil menunjuk pohon jeruk itu.

“Gak mungkin lah Bay ada orang disitu. Aku kan baru sampai dan saat markirin motor pohon jeruk itu kelihatan jelas dan aku gak liat apa-apa cuma liat kamu yang jalan ke arah situ jadi aku kagetin” jelas Rendi.

“Ah masa sih, apa aku salah lihat yah, tapi aku melihatnya dengan jelas ada orang disitu” kata Bayu.

“Udah Bay, mungkin semalam kamu nonton film horor jadi adegannya masih kebayang” ucap Rendi.

“Iya juga yah, semalam aku memang habis nonton film horor. Ya udah deh, aku lanjut nyapu aja. Kelas kita kotor banget kaya udah setahun gak dihuni” kata Bayu

“Lah kan emang udah setahun, lebih malahan kita gak masuk sekolah gara-gara corona” ucap Rendi.

“Sudahlah iyakan saja, dibantuin dong hari ini kan piket kita berdua” ucap Bayu.

“Ya elah Bay, masih inget aja piket di kelas” kata Rendi.

“Aku kan seksi kebersihan kelas, jelas tahulah. Udah ku buatin bingkai jadwal piket kebersihannya di kamar” ucap Bayu.

“Dasar” ucap Rendi.

“Udah jangan ngeluh, bantuin napa” ucap Bayu sambil memberikan sapu kepada Rendi.

Bayu dan Rendi membersihkan kelas berdua, tanpa mereka sadari sedang diperhatikan oleh seseorang dari luar kelas lebih tepatnya di dekat pohon jeruk tersebut. Tidak lama setelahnya, satu persatu siswa mulai berdatangan ke sekolah dan kelas Bayu sudah bersih dari debu dan sampah. Satu persatu teman sekelas Bayu memasuki ruang kelas dan melihat keadaan kelas

“Wah kelas kita bersih banget” ucap salah satu teman Bayu.

“Oh jelas, siapa dulu dong kebersihan kelas kita Bayu gitu loh” ucap Ferdi ketua kelas Bayu.

“Bay, kegiatan kamu saat sekolah daring ini apa aja?” tanya Ferdi.

“Gak banyak Fer, paling cuma makan dan tidur doang, aku mager keluar rumah” ucap Bayu.

“Kalau kamu Fer?” sambung bayu.

“Gak beda jauh Bay, aku juga mager ninggalin kamar” ucap Ferdi.

“Ya elah kalian berdua sok gayanya, kalian berduakan saudara, pake acara tanya jawab lagi” ucap Rendi

“Iya Di, bosen aku liatin Bayu mulu dirumah, mending liatin video black pink di youtube lebih asyik” ucap Ferdi sambil menahan tawa.

“Dasar penggemar black pink” ucap Bayu.

“Biarin, daripada kamu nonton film horor terus setiap malam minta aku temanin nonton” ucap Rendi

“Dasar saudara ini, bosen aku dengar ocehan kalian berdua, lebih baik aku ke kantin. Cacing-cacingku udah pada laper dengar ocehan kalian berdua” ucap Rendi kemudian berjalan meninggalkan mereka berdua.

“Aku ikut Di,” ucap Bayu mengejar Rendi disusul Ferdi.

Tidak lama kemudian, bel pemberitahuan apel pagi berbunyi. Seluruh Siswa keluar dari kelas dan berkumpul di depan kantor sekolah, salah seorang guru keluar dari kantor dengan membawa mikrofon untuk menyampaikan sesuatu.

“Selamat pagi semuanya” kata guru itu.

“Pagi!!!” ucap seluruh siswa.

“Ya untuk pagi ini kita tidak masuk kekelas dulu untuk proses belajar mengajar sebaliknya kita akan membersihkan pekarangan sekolah dulu besok proses belajar mengajar baru dilaksanakan, silahkan bubar dan membersihkan area depan kelasnya masing-masing” ucap guru itu.

Bayu dan teman-teman sekelasnya membersihkan pekarangan depan kelasnya lebih tepatnya didekat pohon jeruk tersebut. Salah satu teman kelas Bayu yang bernama Khanisa berjalan mendekat ke bagian dalam pohon jeruk untuk mengambil sampah daun pohon jeruk yang sudah bertumpuk-tumpuk. Tidak lama setelahnya, Khanisa tiba-tiba mengamuk seperti orang kerasukan. Bayu dan Ferdi segera memegang tangan Khanisa sembari membacakan ayat kursi agar Khanisa sedikit tenang.

Melihat hal itu, Rendi berlari ke ruang guru untuk melaporkan kejadian tersebut.

“Pak guru, bu guru,” kata Rendi.

“Kenapa Rendi?” tanya salah seorang guru yang bernama Yoga.

“Begini pak, Nisa mengamuk seperti orang kerasukan pak, sekarang ditahan oleh Bayu dan Ferdi” kata Rendi

Pak yoga beserta guru lain bergegas melihat Khanisa, Sebelum pak Yoga sampai seluruh siswa sudah berkerumun di sekitar khanisa dan melihat kejadian itu. Pak Yoga dan Rendi melewati kerumunan itu dan bergegas mendekati Bayu dan Ferdi yang menahan Khanisa.

Pak yoga mendekati Khanisa dan bertanya, “Siapa kah anda yang berada ditubuh murid saya?” Tanya pak Yoga

Sosok yang memasuki Khanisa tidak menjawab pertanyaan pak Yoga dan semakin mengamuk dalam pegangan Bayu dan Ferdi.

“Keluar dari tubuh murid saya” kata pak Yoga.

“Saya tidak akan meninggalkan tubuh ini” jawab sosok yang sedang berada dalam tubuh Khanisa.

“Mengapa engkau tidak ingin meninggalkan tubuh ini?” tanya pak Yoga lagi.

“Saya ingin balas dendam pada orang yang membunuh saya” jawab sosok di tubuh Khanisa lagi.

“Jika engkau ingin balas dendam mengapa engkau merasuki tubuhnya?” kata Pak Yoga.

“Karena pamannya yang membunuhku. Aku akan membawa wanita ini juga” ucap Sosok itu lagi.

Bayu meletakkan tangannya ke sebuah gundukan tanah dan seketika Bayu melihat kejadian pembunuhan itu dengan jelas, Bayu kemudian melepaskan pegangannya pada Khanisa dan muntah. Ferdi yang melihat hal itu terkejut melihat Bayu muntah.

“Bay, kamu kenapa?” tanya Ferdi.

Bayu masih mual mengingat pembunuhan tersebut
“Kau melihatnya kan?” tanya Khanisa.

Bayu berbalik dan menatap dalam dalam mata khanisa, seketika ia melihat beberapa kilas balik dari kejadian pembunuhan itu.

“Iya aku melihatnya dengan jelas, aku akan membalaskan dendammu tetapi sebelum itu keluarlah dari tubuh teman kelasku” kata Bayu.

“Baiklah dan antarkan mayatku ke orang tuaku karena selama ini mereka mencariku” ucap Khanisa.

Sosok itu sudah keluar dari tubuh Khanisa dan perlahan Khanisa tersadar

“Eh Fer, ngapain pegang-pegang dan kenapa disini ramai sekali?” tanya Khanisa keheranan.

“Gak papa kok Nis. Oh iya Nis, Paman Baron dimana?” tanya Bayu.

“Paman Baron,kalau tidak salah dia ada dirumahnya emang kenapa?”tanya Khanisa.

“Paman Baron terlibat kasus pembunuhan dan barusan korbannya merasukimu dan memberitahukan semuanya” jelas Bayu.

Setelah kejadian itu, Pihak sekolah beserta kepolisian menggali tanah di bawah pohon jeruk itu sesuai arahan Bayu dan menangkap Paman Baron atas kasus pembunuhan. Setelah mayat korban ditemukan, pihak kepolisian membawa mayat tersebut kekantor polisi untuk menyelidiki kematian korban dengan persetujuan keluarga korban.

Keesokan harinya, Bayu ke sekolah lebih awal lagi dan melihat sosok wanita yang ia lihat kemarin, kemudian Bayu memdekatinya dan menyapanya. Saat gadis itu berbalik Bayu terkejut karena gadis di depannya adalah korban pembunuhan itu.

“Terima kasih Bayu, berkatmu ayah dan ibuku sudah tidak sibuk mencariku kemana-mana lagi” ucap gadis itu.

“Sama-sama, sebagai manusia kita diharapkan saling bantu-membantu. Jadi sudah sewajarnya aku membantumu” ucap Bayu.

“Dan semoga kamu tenang di alam sana” Sambung Bayu.

Gadis itu tersenyum ke arah Bayu dan perlahan menghilang.

“Selamat tinggal !” ucap gadis itu dan kemudian menghilang dari hadapan Bayu

Keadaan sekolah pun kembali damai dan pohon jeruk tersebut masih menjadi perbincangan beberapa siswa di sekolah. Gadis tersebut rupanya masih mendiami pohon jeruk itu dan selalu berinteraksi dengan Bayu.

-_TAMAT-_

(Visited 80 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *