Oleh : Nayla Basam

Teruntuk angkasaku, bagian dari masa kecil yang selalu menjadi memori terindah dari hidupku.

Selamat malam, sahabat.
Tidak, bukan permintaan agar kamu pulang, hanya datang untuk menuang rasa rindu kepadamu yang sempat hilang.

Semenjak empat tahun selepas kepergianmu yang tiba-tiba, aku mengerti bahwa semua orang akan pergi, menjauh dari dunia ini lalu berisitirahat di tempat yang seharusnya.

Namun apakah ini terlalu cepat? Kamu berjanji akan terus menemaniku dan berkata bahwa cukup maut saja yang memisahkan kita nantinya.

Kini mungkin semua tinggal cerita, ketika hadirmu dan hadirku tak lagi menjadi sebuah asa. Doaku akan selalu tertuang untukmu, meski persahabatan hanya menjadi gores kenangan masa lalu.

Kamu datang merangkulku untuk menciptakan bait-bait aksara layaknya Arunika. Namun kini, kamu pergi meninggalkan ribuan luka bagai Swastaita.

Jika kehidupan selanjutnya benar adanya, semoga kita dapat bersatu di kemudian hari, ya? Terima kasih untuk bintang yang sempat kamu lukis pada langit malamku.

Sekarang, biarkan cerita ini kembali kusimpan sendirian dan kudekap dalam diam.

Dariku, bintang yang tenggelam dalam luasnya langit malam.

Watansoppeng, 21 Oktober 2021

(Visited 91 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *