Oleh : Aisyah Pertiwi
Semua manusia pernah merasakan kesedihan atau pun berduka baik itu karena ditinggalkan seseorang ataupun kehilangan sesuatu yang paling berharga. Dan semua orang mempunyai masa-masa tersulit dalam hidupnya. Perasaan sedih, kecewa, lelah ataupun capek adalah hal yang wajar dirasakan oleh setiap manusia. Namun terkadang sebagian kita sangat bingung menghadapi hal tersebut.
Ingin berdamai dengan keadaan tapi membutuhkan waktu yang begitu lama.
Tidak mudah memang menghadapi masa-masa tersulit dalam hidup kita, bahkan kita harus melewati hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan ada juga yang harus melewati tahun demi untuk berdamai dengan keadaan.
Dan keadaan seperti ini sering sekali menimpa seorang muslimah.
Jangan pernah katakan bahwa seorang muslimah yang seperti ini adalah seorang yang lemah ilmunya dan lemah imannya.Karena perlu kita ketahui pada dasarnya seorang wanita itu lemah, dan mudah larut dalam kesedihan.
Kita tidak pernah mengetahui bagaimana dia berjuang melewati hari demi harinya untuk mengobati luka dalam dadanya. Sering kali kita menganggap hidup orang lain baik – baik saja, padahal kita tidak mengetahui bahwasanya dia hanya menahan lisan dan jari jemarinya untuk mengeluh pada manusia karena keyakinannya pada Allah
Bisa saja dia sudah meminta kepada Allah, agar Allah mengobati kesedihannya. namun Allah masih menangguhkan doanya. Untuk apa? Agar dia semakin dekat kepada Allah.
Bukankah sebuah cobaan, duka, serta kesedihan adalah cara Allah mengembalikan seorang hamba kepadaNya?
atau bisa saja sebuah cobaan adalah cara Allah menghapus dosa – dosanya yang tanpa dia sadari??
Atau mungkin saja cobaan yang kita rasakan untuk mendewasakan kita.
Jangan minta kepada Allah meringankan beban yang kita rasakan, namun mintalah agar Allah menguatkan kita dalam menghadapinya.
Dengan berjalannya waktu kita akan mulai menerima rasa sakit itu dan selama tidak menimbulkan efek yang negatif seperti depresi maka itu adalah hal yang wajar saja. Terkadang memang seseorang butuh waktu yang lebih lama. Tinggal cara kita bagaimana menyikapi rasa sakit tersebut.
Sekali lagi kita hanya butuh waktu. Dalam perjalanan waktu kesabaran kita di uji, bagaimana kita mengelola agar jiwa dan raga kita tetap sehat meskipun diterpa berbagai ujian hidup. Melatih kesabaran memang berat dan terkadang pahit, namun yakinlah buahnya sangat manis.
Allah Azza wa Jalla berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 153:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.
Terkadang dunia ini kita hanya jadikan tempat mengadu dan mengeluh. Hingga kita lupa cara bersimpuh teguh.
Sejatinya, memang tangisan itu adalah bahasa batin,maka kembalilah pada Robbmu yang Maha Mengasihi dan Menyayangi.
Ditulis diatas langit Lasusua, 06 Oktober 2021
