Oleh: Andi Zalfa Azahra Ulum*

Sejak kecil, aku memiliki satu impian yang tidak pernah berubah: aku ingin pergi ke Amerika Serikat tepatnya ke Los Angeles. Entah mengapa, setiap kali aku melihat foto atau video tentang kota itu, ada rasa kagum yang sulit dijelaskan. Langitnya yang berwarna oranye saat senja dan langit bersih biru itu, barisan pohon palem yang menjulang tinggi, dan suasana kotanya yang tampak hangat namun dinamis,

semuanya membuatku merasa seolah-olah tempat itu telah memanggilku sejak lama.

Aku masih ingat, ketika kecil aku sering menatap layar televisi atau melihat gambar Los Angeles di majalah. Saat itu, aku hanya bisa berkhayal bagaimana rasanya berjalan di trotoar kota itu, melihat tulisan Hollywood dari kejauhan, atau sekadar duduk di sebuah taman sambil menikmati suasana sore yang tenang. Sejak saat itu, aku berjanji kepada diriku sendiri, “One day, I’ll be there.”

Sekarang, setiap kali aku membuka TikTok, sering kali muncul video tentang kehidupan di Amerika Serikat, tentang orang-orang yang berjalan di bawah langit sore, suasana jalan yang tenang namun indah, atau sekadar pemandangan sederhana yang terasa begitu hidup.Aku selalu suka melihatnya, apalagi ketika video itu diiringi lagu 3 Strikes by Terror Jr. Lagu itu membuat suasananya terasa menakjubkan dan penuh harapan, seolah-olah aku sedang berada di sana, menyatu dengan mimpiku sendiri. Kadang aku memutar ulang videonya berkali-kali, hanya untuk membayangkan bagaimana rasanya jika suatu hari aku benar-benar berada di tempat itu.

Selain itu, aku juga sering melihat idol K-Pop yang aku sukai, yaitu Seonghyeon dari CORTIS dan JAY dari ENHYPEN, berada di Los Angeles. Setiap kali aku melihat mereka tersenyum dan menikmati suasana kota itu, aku ikut merasa bahagia. Melihat Seonghyeon dan JAY di bawah langit Los Angeles membuatku semakin yakin bahwa kota itu benar-benar indah. Ada sesuatu dalam cara mereka menikmati hal-hal sederhana, yang membuatku berpikir, “Aku juga ingin merasakan itu suatu hari nanti.”

Namun, aku juga menyadari kalau bahwa mimpi tidak akan menjadi kenyataan tanpa usaha. Untuk mencapai tempat yang aku impikan, aku harus berjuang dengan sungguh-sungguh. Aku harus belajar lebih giat, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri dengan baik. Aku tahu jalan menuju sana tidak mudah, tetapi setiap langkah kecil yang kuambil hari ini adalah bagian dari perjalanan besar menuju impianku.

Setiap kali aku merasa lelah belajar, aku selalu mengingat tujuan itu. Aku belajar bukan hanya untuk mendapatkan nilai yang baik, tetapi untuk membuka pintu masa depan yang lebih luas. Aku ingin memiliki kemampuan, pengetahuan, dan keberanian agar suatu hari nanti, ketika kesempatan datang, aku siap menyambutnya.

Every page I read, every word I learn..brings me closer to Los Angeles.

Ada kalanya aku merasa ragu atau takut, karena jarak antara impian dan kenyataan tampak begitu jauh. Namun aku percaya, selama aku tidak berhenti berusaha dan tetap berdoa, Tuhan akan menunjukkan jalan yang terbaik. Aku ingin melihat senja di Los Angeles dengan mata kepalaku sendiri, bukan hanya dari layar ponsel atau gambar di internet.

Aku ingin berdiri di bawah langit California. Semua perjuangan, waktu belajar yang panjang, dan doa yang tidak henti-hentinya akan terbayar ketika aku akhirnya tiba di sana.

Bagiku, mimpi bukan hanya khayalan. Mimpi adalah tujuan hidup yang membuatku terus melangkah, meskipun jalan terasa berat. Aku percaya bahwa selama aku terus belajar, berusaha, dan tidak menyerah, aku akan sampai pada hari di mana aku bisa berkata dengan penuh keyakinan:

“Hello, Los Angeles. I made it.”

Watansoppeng, 15 Oktober 2025

*Penulis adalah Siswi SMPN 1 Watansoppeng Kelas IX.3

(Visited 352 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *