Oleh: Fery Ardiansyah

Rabu, 15 Juli 1955
Tokyo, Jepang

Bunkasai adalah festival yang diadakan oleh sekolah-sekolah di Jepang, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga universitas. Festival ini biasanya menjadi ajang untuk menampilkan karya, kreativitas, dan kegiatan ekstrakurikuler para siswa. Tahun ini, Bunkasai direncanakan akan dilaksanakan di SMA Kamiyama pada musim gugur, bulan Oktober. Seluruh siswa sangat menantikan acara ini.

Namun pada bulan Juli, pihak sekolah memutuskan untuk mempersingkat durasi Bunkasai dari lima hari menjadi dua hari saja. Keputusan ini membuat banyak siswa kecewa. Seorang siswa bernama Kamitani Yamada menjadi pemimpin dari kelompok siswa yang menolak keputusan sekolah tersebut.

Sebagai bentuk perlawanan, para siswa membentuk sebuah gerakan aktivis. Mereka melakukan aksi mogok belajar. Puncak dari aksi ini adalah ketika para siswa menyalakan api unggun sebagai simbol kemarahan mereka. Sayangnya, api tersebut justru menyebabkan salah satu gedung sekolah terbakar. Meskipun api berhasil dipadamkan, gedung itu tetap rusak parah.

Pihak dewan guru memilih untuk tidak melaporkan kejadian itu kepada pihak luar, dan tidak ada satu pun siswa yang berani membantah keputusan mereka. Akhirnya, dewan guru memutuskan untuk mengeluarkan Kamitani Yamada—yang dianggap sebagai dalang dari insiden tersebut—pada bulan Oktober. Mereka sengaja menundanya agar tidak menimbulkan keributan.

Setelah semua kejadian itu, sekolah akhirnya kembali menetapkan Bunkasai berlangsung selama lima hari. Namun, Kamitani Yamada tetap dikeluarkan dari sekolah.

Disadur dari Anime Hyouka

(Visited 26 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *