Di pinggiran Kota Brove, terdapat sebuah gedung kuno yang sudah lama terbengkalai. Gedung itu bernama Gedung APL. Dahulu, gedung ini merupakan tempat perbelanjaan terkenal di kota tersebut. Namun, pada tahun 2016, terjadi sebuah kejadian aneh yang membuat seluruh gedung menjadi angker. Setelah insiden itu, cerita-cerita horor mengenai tempat tersebut mulai bermunculan. Sejak saat itu, para detektif dan polisi mencoba menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di dalam gedung tersebut. Namun, siapapun yang masuk ke sana tidak pernah kembali, hanya meninggalkan nama mereka sebagai kenangan.

Evan, seorang detektif terkenal dari Kota Livia, merasa penasaran dengan misteri ini. Ia memutuskan untuk menyelidiki Gedung APL bersama teman-temannya. Pagi pun tiba. Dengan keberanian yang besar, Evan dan teman-temannya memasuki gedung yang terbengkalai itu.

Di dalam gedung, mereka hanya mendapati toko-toko tua dan eskalator rusak yang sudah lama tak terpakai. Suasana di sana terasa mencekam, namun mereka terus menyusuri setiap sudut gedung.

Saat mereka hampir menyerah karena tidak menemukan apa pun, perhatian mereka tertuju pada sebuah toko yang bernama ‘Dam.’ Dari luar, terdengar suara tangisan tersedu-sedu dan teriakan yang amat seram. Dengan rasa was-was, mereka memutuskan untuk masuk ke dalam toko tersebut. Anehnya, di dalam toko itu mereka tidak menemukan siapa pun, meskipun suara tangisan dan teriakan tadi masih terngiang di telinga.

Di tengah toko, mereka menemukan sebuah cermin besar yang tampak sangat tua. Bingkai cermin itu penuh ukiran, dan di bagian atasnya terdapat foto dua orang yang sedang tersenyum. Namun, saat mereka mendekati foto tersebut, senyuman di wajah kedua orang itu perlahan berubah menjadi ekspresi sedih dan muram.

Belum sempat mereka memikirkan apa yang terjadi, tiba-tiba terdengar suara benda jatuh dari lantai atas toko. Mereka langsung bergegas ke pintu untuk keluar, tetapi pintu toko terkunci rapat dari luar. Padahal, tidak ada siapa pun di luar selain mereka.

Di tengah kepanikan, suara cermin pecah terdengar dari sudut toko. Dengan gemetar, mereka mendekati sudut toko itu dan menemukan…

(Cerita bersambung ke Bagian 2)

(Visited 64 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *