Oleh : Ridho*
Rasa rindu atau kangen masa-masa indah sering bersemayam di dalam kalbuku. Apakah mereka merasakan apa yang kurasakan? Kenangan bersama sahabat seiya sekata, sehilir semudik, suka dan duka bersama.
Saya bersama tiga orang sahabat, Rizqi, Rafi dan Farel terpisah karena masing-masing melanjutkan sekolah ke jenjang menengah atas yang berbeda. Rizqi masuk ke SMK SMTI Padang, Rafi masuk di MAN 3 Padang, dan Farel masuk ke Pesantren. Sedang saya sendiri ke SMA N 1 Nan Sabaris.
Kebersamaan kami selama di MTs N 1 Padang menjadi kenangan tersendiri. Kami selalu bersama dalam belajar, membuat tugas, dan bermain. Rumah saya adalah tempat kami berkumpul karena tiga orang sahabat saya tinggalnya jauh dari sekolah MTs N 1 Padang, tempat kami menuntut ilmu dan membina persahabatan tanpa syarat yang tak terlupakan.
Jam Gadang Bukittinggi jadi saksi persahabatan kami. Acara perpisahan kelas IX MTs N 1 Padang tahun 2020 berwisata ke Padang Panjang dan Bukittinggi. Kami berempat ketika itu hanya membawa uang sekadarnya saja. Jadi, untuk mengisi kampung tengah, kami patungan untuk membeli makanan untuk dimakan bersama, sementara di tempat permainan kami hanya menonton sambil bercengkrama.
Itulah kenangan terakhir kami berempat. Meski ponsel dapat menghubungkan kami kembali. Namun, tak sehangat kebersamaan sebelumnya. Silaturahmi langsung memang tidak bisa tergantikan oleh kemajuan teknologi komunikasi apa pun. Saya sudah merasakannya.
Kendati demikian, komunikasi lewat ponsel dapat sedikit mengobati kerinduan itu. Semoga persahabatan ini dapat berlanjut terus. Demi cita-cita di masa depan, kami harus ikhlas persahabatan dilanjutkan di dunia maya. Walau sering kesal dengan sinyal yang tidak bersahabat, atau karena kesibukan dan aturan yang mengikat di tempat belajar kami masing-masing.
Sahabat, jangan pernah membiarkan kering bunga-bunga persahabatan kita.
*Siswa SMAN 1 Nan Sabaria Kabupaten Padang Pariaman
