Oleh: Hidayatullah
Tidak banyak yang mengetahui bahwa perang besar itu justru menghasilkan cinta yang abadi dan ketenteraman. Namun, di balik semua itu, ada banyak pembantu yang terlibat. Salah satunya memiliki niat jahat yang ingin memisahkan dan “mengarahkannya” ke tujuan yang salah. Putri Angela ternyata bekerja sama dengan pembantu tersebut. Salah satu rencana jahat mereka adalah mengubah fungsi Sungai Elvecries, yang dulunya dikenal sebagai Sungai Ayteckhma, menjadi sungai yang dapat mengubah orang baik menjadi jahat.
Namun, mengapa Tuan Alex tidak terpengaruh oleh serangan jahat itu?
Di Ruang Pertemuan Tamu No. 4, kedua pihak berkumpul untuk membahas janji perjodohan yang telah ditetapkan oleh kekuasaan yang sangat kuat. Ayah Putri Angela pun bertanya,
“Alex, apakah kamu siap dengan Perjanjian Kekuasaan ini?”
Dengan gugup, Alex menjawab, “I-iya, Tuan. Saya siap dengan Perjanjian Kekuasaan ini.”
Namun, tanpa sengaja, Alex langsung bertanya, “Maaf, Tuan, dalam Perjanjian Kekuasaan ini, dengan siapa saya akan dijodohkan?”
Sang Raja tertawa kecil melihat keberanian Alex dalam menghadapi situasi ini.
“Hahaha. Alex, kamu akan diperjodohkan dengan Putri Cherry Blissy.”
Tiba-tiba, Putri Angela tak sengaja masuk ke ruang pertemuan. Matanya langsung tertuju pada Alex, lalu ia bertanya,
“Ayah, siapakah Tuan Muda ini? Dia sangat tampan!”
Alex tersenyum dengan manis, sementara hatinya mulai merasa percaya diri—ia yakin bahwa Angela menyukainya sepenuh hati.
Namun, sang Raja segera menimpali, “Nak, dia adalah calon suami kakakmu.”
Putri Angela terkejut. “Ayah, apakah Ayah tidak mengetahui Teori Archypia?”
(Teori Archypia adalah sebuah teori yang bermakna bahwa jodoh dapat ditemukan melalui kesulitan yang dihadapi bersama.)
Sang Raja mengernyitkan dahi. “Apakah Teori Archypia berhubungan dengan Perjanjian Kekuasaan ini?”
“Tentu saja, Ayah! Tuan Muda ini telah membantuku saat aku terjebak!”
Dengan munculnya teori tersebut, konflik antara Angela dan kakaknya, Cherry, pun tak terhindarkan. Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Catatan : (‘Teori’ dan ‘Tempat’ adalah Cerita Fiksi, dan pemberian nama pada kedua Objek tersebut hanyalah FIKSI.)
