Oleh: Ridho Putra*

“Menurutmu, ini akan berhasil?” tanya Ayzluck ragu.

Dewin yang sedang menyamar jadi pembeli di toko buku Ayzluck berkata “pasti bisa”. Penyamaran ini dilakukan Dewin agar dia juga bisa mendapatkan orang yang sama dengan orang yang menabrak Ayzluck kemarin. Benar saja, tiba-tiba ada yang menabrak Dewin yang mau saja masuk toko buku. Dewin dengan gercep memegang tangan orang tersebut.

“Mau ke mana kamu lari?” kata Dewin berhasil menangkap orang itu. Ayzluck segera keluar.

“Benar, dialah yang menabrakku kemarin” sorak Ayzluck. Segera dibawalah sosok berjaket abu-abu itu ke dalam toko buku Ayzluck itu. Tiba-tiba, Dewin sadar bahwa yang menabrak Ayzluck dan Dewin itu adalah pegawai baru itu, Zeckki. Setelah itu, Dewin mulai menginterogasi Zeckki. Zeckki menceritakan seluruh ceritanya selama ini.

Hal ini membuat Ayzluck dan Dewin sangat terkejut hingga mereka merasa bahwa Zeckki harus diselamatkan.

“Zeck, disini ada aku dengan temanku, kita bisa selamatin kamu kok” kata Dewin.

Zeckki merasa senang sekali karena ada yang paham dengan dirinya dan berhasil memecahkan kode itu. Mulai saat itu, Ayzluck dan Dewin mulai melakukan aksi penyelamatan Zeckki.

Namun pada malam hari, Ayzluck dan Dewin tidak melihat Zeckki. Awalnya mereka hanya menganggap dia akan datang sebentar lagi. Tapi, sudah berjam-jam menunggu Zeckki tidak kunjung tiba. Apa yang terjadi pada Zeckki?

𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜

(Visited 11 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *