Oleh: Ridho Putra*

Beberapa hari kemudian, “Apa kabar Dewin?” ucap Ayzluck di tengah kerjanya menjadi petugas toko buku. “Baik kok” ucap Dewin yang sedang memakan roti lapis kesukaannya sembari istirahat. Mereka pun berbincang satu sama lainnya.

“Btw, kantorku lagi ada pegawai baru lho” kata Dewin. “Yang bener?” kata Ayzluck.

Sebelum istirahat, semua pegawai di kantor Dewin berkumpul di ruang pimpinan.

“Ada apa itu ya?” Kata Dewin. Dewin pun segera ke tempat pimpinannya. Ternyata kantor Dewin baru saja menerima pegawai baru.

“Perkenalkan, ini pegawai baru kita namanya Zeckki” ucap pimpinan dengan kacamata kotaknya. Dewin pun kenalan dengan pegawai baru itu. “Hai Zeckki, aku Dewin” ucap Dewin dengan senang. “Oh hai juga, panggil aku Zeck aja ya biar mudah manggilnya” kata Zeckki.

“Gitu ceritanya tadi luck” cerita Dewin ke Ayzluck di depan toko buku. Ayzluck berpikir jika Dewin akan lebih baik jika ada teman kantornya, hingga Ayzluck mengatakan bahwa Dewin bisa berteman dengan si pegawai baru itu. Dewin senyum lebar karena dia dapat teman yang sangat setia.

Namun seminggu kemudian, Dewin mulai meragukan pegawai baru itu, Zeckki. Secara mendadak dia dikabarkan menghilang sejak kemarin waktu pulang dari kantor malam karena ada lembur. Namun, Dewin mulai mencium bau keanehan di kantornya. Apakah yang aneh dari kantor Dewin?

𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜

(Visited 13 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *