Oleh: Muh. Irwan Ali

Spirit World

“Kartu tarot.. Arcana Mayor… Le Bateleur…” Ucap Emilio sambil mengeluarkan sebuah kartu Tarot dengan gambar seorang penyihir

“Api neraka… musnahkan mereka” ucap Emilio dengan lantang disertai dengan munculnya cairan merah yang membara seperti lava dari kartu yang ia pegang.

Semakin lama cairan tersebut semakin banyak dan menghanguskan beberapa phantom yang melawan. Phantom yang memiliki kemampuan yang lebih kuat berhasil menghindar dari mantra Emilio.

“Ill… Gerbang neraka… BUKA…” Seru Juan yang berada di dekat Emilio. Seketika, sebuah pintu raksasa muncul di antara para Phantom tersebut dan dengan kekuatan misterius menarik para Phantom ke dalam.

“Para Seven Ghost sialan…” teriak para Phantom yang telah binasa oleh kekuatan Emilio dan Juan.

Karena menggunakan banyak kekuatan, mereka berdua pun kelelahan dan berniat untuk memulihkan kekuatan. Belum sempat memulihkan kekuatan, sebuah bola api dengan kecepatan yang tinggi mengarah pada mereka berdua.

“Oh tidak… para Phantom kelas Raja sudah muncul… serangan ini tidak bisa kami hindari” Ucap Juan yang melihat serangan itu mengarah ke mereka.

“Untuk apa menghindar? kita hadang saja… Arcana Mayor… La Maison Dieu… Perisai menara Deu” ucap Emili saudari kembar Emilio sambil mengeluarkan kartu Tarot dengan gambar Menara.

“Emili… untung kau datang tepat waktu” ucap Emilio

“Kalian berdua makanlah sup ini… kekuatan kalian bisa segera pulih” ucap Hanna gadis dengan kemampuan apa pun yang ia masak akan menjadi sumber tenaga untuk para spirit di spirit world

“Hanna… kau juga datang… sepertinya pertempuran ini akan lama” ucap Juan.

“Maka dari itu segera selesaikan… aku masih ingin tidur di rumah” Ucap Nicho. Walaupun Nicho terlihat masih berumur 10 tahun, ia sebenarnya sudah hidup ratusan tahun. Kekuatan yang Nicho miliki adalah membuat targetnya tertidur lalu menyerap semua kekuatan dari targetnya.

Namun, dengan kekuatan seperti itu, Nicho tidak bisa sembarangan menggunakannya karena memiliki efek samping yang akan mempengaruhi tubuhnya.

“Sleep Mode… Dream Palace” Ucap Nicho di sertai teriakan dari para Phantom yang memasuki Istana Mimpi milik Nico

“Oiya… Nicho… Ketua berada di mana? seharusnya dia sudah sampai bersama Mary tapi kenapa dari tadi mereka belum sampai?” tanya Juan

“Aku juga tidak tau… mungkin dia ad urusan… sebaiknya kita bereskan dulu para Phantom ini” ucap Nicho

“Kalau begitu… kita musnahkan para Phantom pemberontak ini… Ill… Gerbang neraka.. Nill gerbang Kahancuran” ucap Juan

“Kekuatan gabungan… Arcana Mayor… Le Jugement… Qilin suci… Naga Emas… kami memanggil kalian keluarlah… musnahkan para hama ini” ucap Emili dan Emilio dengan kekuatan gabungan mereka

“Aku juga tidak mau kalah… On Mode… Carnaval Blood” ucap Nicho.

“Kalau aku harus apa? aku cuma bisa memasak… terserah… ngapain juga aku ke medan perang… masak aja deh… mumpung di sini banyak bahan makanan… kalau gitu aku buat menu baru deh” ucap Hanna (Agak lain emang).

Pertarungan berlangsung begitu lama karena pihak phantom terus menerus mengirim begitu banyak phantom dengan kelas Raja dan Kelas Bahaya. Para anggota seven ghost terus menyerang di bantu dengan kemampuan Hanna kekuatan mereka seketika pulih seperti semula.

“Ill… gerbang neraka.”

“Arcana mayor… Le Bataleur… Gelombang Air penyucian.”

“Arcana Mayor… La Papesse… Nyanyian Penyucian.”

“Evil Sleep Mode… World Blood.”

“Cih… Para Phantom ini tidak ada habisnya… ketua Edward dan Mary kenapa belum datang sih” keluh Juan.

“Berhenti mengeluh… lawan saja… hanya makhluk seperti ini ketua tidak perlu datang” ucap Nicho

“Heh… kau sendiri aja kewalahan… jika bukan karena ada Hanna kita sudah dari tadi kalah…” ucap Juan.

“Kalian berdua tetap fokus… ” ucap Emilio.

Setelah pertarungan sengit dengan para Phantom, mereka berlima pun akhirnya bisa beristirahat setelah membinasakan semua Phantom yang ada.

“Akhirnya… walaupun tenaga kita selalu kembali… luka fisik yang kita terima tidak bisa di sembuhkan jika hanya mengandalkan Hanna… hanya Mary yang bisa menyembuhkan luka fisik kita… kenapa mereka berdua belum datang juga” ucap Juan.

“Sabar, mungkin mereka..” belum sempat Emilio menyelesaikan kalimatnya, sebuah dentuman dan aura yang sangat kuat membuatnya tidak bisa bergerak dan bersuara.

‘Ini… aura Phantom tingkat surgawi…’ batin Emilio
Bukan hanya Emilio yang merasakan tekanan itu melainkan mereka berlima dibuat tidak berdaya. Tak lama,sebuah lolongan yang memekikkan telinga terdengar dan membuat kelimanya kesakitan.

“Akhhh… telingaku sakit…” ucap Juan sambil menutupi kedua telinganya.

“Akhh… aku gak kuat lagi…” ucap Nicho yang semula melayang di udara kini terduduk di tanah.

“A.. ar..arcana… m…mayor… La… Maison… Deun.. Menara Surgawi… Perisai Qilin Suci…” ucap Emili mengeluarkan Tarot bergambar Menara.

Namun, Phantom tingkat Surga lebih kuat dari mereka berlima sehingga perisai yang dibuat oleh Emili pun hancur.

“Uhukk… p..perisainya… hancur… uhukkk” ujar Emili sambil batuk darah.

“E…Emili… k..kurang ajar… ” ucap Emilio sambil mencoba berdiri menahan tekanan dari Phantom tingkat surgawi itu.

“Arcana Mayor… Le Diable… Wujud iblis surgawi… Arcana Mayor Le Justice… keadilan… bersatu menjadi satu Le Dible Just Penghakiman Iblis Surgawi… Ribuan pedang iblis penghancur Spirit” ucap Emilio mengeluarkan dua kartu secara bersamaan.

“E… Emilio.. j..jangan gegabah… k..kau bisa tiada… jika menggunakan kekuatan itu” ucap Juan.

“Tidak apa jika aku harus tiada… ketika aku tiada… Aku menitip Emili kepadamu… Juan Diego… sahabat yang paling ku percaya… kuserahkan Adikku padamu” ucap Emilio.

“E.. Emilio” ucap Juan yang masih mencoba bertahan.

“Ribuan pedang penghancur Spirit… Serang” ucap Emilio dengan lantang di sertai ribuan pedang yang melesat ke arah Phantom Surgawi tersebut.

Di tempat lain

“Edward… apa yang kau lakukan?… apakah kau ingin berkhianat?” ucap William penguasa Spirit World

“Yang mulia… aku tidak ingin menghianatimu… tapi…” ucap Edward

“Tapi apa?” Tanya William

“Tapi… kau yang mengkhianati kepercayaanku… KAU MEMBUNUH ORANG TUAKU… MENGHANCURKAN KLAN KU… DENGAN DARAH KLAN DAN ORANG TUAKU KAU MEMBANGUN KERAJAAN INI… KAMU PIKIR AKU TIDAK TAU PERBUATANMU… AKU SUDAH MENUNGGU HARI INI… SUDAH LAMA SEKALI AKU MENUNGGU SAAT INI” ucap Edward dengan marah bahkan mengungkapkan wujud Aslinya.

“K…Klan Pandir… t…tidak mungkin” ucap Wiliam dengan wajah pucat.

“Iya, aku klan Pandir… klan pengembara yang setara dengan puncak surgawi namun kami masih rendah hati dan selalu berpikir kalau klan darah kalian orang baik ternyata kami salah… hari ini aku akan memusnahkan semua orang klan darah… dan yang pertama musnah adalah dirimu.

“Arcana Mayor… La Mort…” ucap Edward mengeluarkan kartu tarotnya.

“Kau pikir bisa membunuhku?… aku adalah raja spirit Willian limbruge… Spirit World… Shylpy” ucap William memanggil salah satu dari 5 spirit tingkat surgawi yaitu Shylpy spirit angin surgawi.

“Shylpy… musnahkan pengkhianat ini” Titah William.

“Baik Master… Wind spirit… Windbar” ribuan bilah angin mengarah ke Edward. Bukannya menghindar Edward malah tersenyum sambil memegang kartu tarot yang ia keluarkan tadi.

“La Mort… Dewa kematian” ucap Edwar lalu sekumpulan asap hitam tebal menghalau semua bilah angin yang di keluarkan Shylpy.

“T… tidak mungkin.. i… itu D..Dewa kematian…” ucap William ketakutan.

“Setakut itu kah… aku tau ketakutanmu karena jika Dewa Kematian sudah turun dari Surga sekuat apapun targetnya ia akan tetap mati… Yah… mungkin aku yang dulu tidak bisa memanggilnya… tapi setelah garis keturunan Pandir telah terbentuk memanggil Dewa kematian tidaklah sulit” ucap Edward.

Kembali ke pertempuran dengan Phantom surgawi.

“Tebasan ribuan pedang iblis surgawi” ucap Emilio menyerang Phantom surgawi tersebut dengan sekuat tenaga dan berhasil mengalahkannya.

“A… Akhirnya… Kita menang” ucap Emilio lalu kehilangan keseimbangannya dan terjatuh
Sebelum menyentuh tanah, Juan segera menyelamatkan Emilio.

“Emilio… kau tidak apa-apa kan… jangan tertidur aku akan menyelamatkanmu” ucap Juan.

“Juan… kekuatanku sudah habis… serangan terakhir tadi mengikis jiwaku… aku sudah tidak punya banyak waktu lagi… aku titip Emi padamu” ucap Emilio.

“Emilio… jangan menyerah… aku pasti bisa menyelamatkanmu” ucap Juan

“Bodoh… kau punya cara tinggal panggi aku… dia bisa bangkit lagi” ucap Jill penjaga pintu reinkarnasi.

“Kenapa aku bisa lupa… Jill… gerbang Reinkarnasi…” setelah mengucap hal itu, sebuah pintu gerbang muncul di depan Juan dan dari dalam muncul Jill.

“Jill… segera bangkitkan Emilio… kau harus mencari tubuh yang sesuai secepatnya” ucap Juan

“Juan… walaupun Emilio bisa hidup kembali tapi dia tidak akan bangkit di sini” ucap Jill

“Apa maksudmu?” tanya Juan.

“Emilio akan mengalami siklus reinkarnasi dan aku sudah mencari tubuh yang sesuai tetapi tubuh itu bukan berada di Spirit World melainkan berada di bumi” ucap Jill.

“A..apa? bumi? kita tidak bisa ke bumi… kalau kita ke sana berarti kita berkhianat” ucap Juan.

“Kepada siapa kau berkhianat?” ucap Edward yang muncul tiba-tiba bersama Mary.

“Edward… Mary… kalian kenapa lama sekali… demi melindungi kami Edwar sampai mengikis jiwanya” ucap Juan

“Kau hanya perlu ke bumi untuk membangkitkan Emilio lagi” ucap Edward.

“Tapi kita akan melawan perintah raja” ucap Juan

“Raja sudah tiada… aku membunuhnya sendiri” ucap Edward.

“A… apa? kau membunuh Raja?” ucap Juan.

“Juan… kalian semua sudah di bodohi oleh raja… pernahkah kau berfikir di antara kedelapan klan di Spirit World ini yang menjadi raja berasal dari kelan darah yang berada di urutan terlemah dan klan seperti klan Pandir, klan Bateleur, Nightmare Klan, klan iblis, klan Yumi, Gate klan, phantom klan… selain phantom klan, klan lain musnah dan hanya meninggalkan beberapa penerus yang bahkan tidak bisa menggunakan kekuatan mereka” ucap Edward.

“Jadi maksudmu… klan darah memusnahkan ke enam klan itu… bahkan klan mu klan Emili dan Emilio.. klan Gate milik orang tuaku… klan Yumi milik Hanna… Klan Nightmare milik keluarga Nicho dan klan iblis Mary semua musnah oleh klan darah…” ucap Juan.

“Percaya atau tidak itu terserah padamu… tetapi Emilio harus segera bangkit kembali… dan di bumi ada seorang keturunan langsung dari klan surgawi… keturunan langsung raja Ruiz dan Ratu Ellisa…” ucap Edward.

“Karena raja sudah tiada… maka tidak ada larangan lagi… Gael… gerbang penghapus sumpah setia… hapus semua janji kami kepada Raja Spirit World William Limbruge” ucap Juan.

“Aku Gael… penjaga pintu pengahapus sumpah setia akan menyegel dan memusnahkan sumpah yang pernah di ucapkan Seven Ghost kepada Raja Spirit World William Limbruge” setelah ucapan itu, sebuah rantai yang mengikat anggota Seven ghost terlepas.

“Membuka Celah dimensi… Arcana Mayor Le Monde.”

(Visited 37 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *