Oleh: Aira Mayda Ibrahim*
Pertemuan pertama yang mengagumkan. Itulah perasaan saya ketika
pertama kali bertemu dan mengenal seorang penulis keren berdarah bugis, yang sangat terobsesi dan cinta dengan Bumi Minangkabau, tempat para arsitek kemerdekaan bangsa bersemayam. Ruslan Ismail Mage namanya, saya mengetahui banyak informasi tentang beliau dengan mencari namanya di internet. Itu saya lakukan karena beliau tidak memperkenalkan dirinya saat berbicara di hadapan kami. Memiliki prinsip “berkarya dalam sunyi” dan lebih suka dirinya diketahui melalui karyanya adalah salah satu hal yang saya suka dan kagumi darinya.
Setiap kalimat yang ia sampaikan dalam narasinya perlahan mengubah cara pandang saya mengenai tanah kelahiran saya Minangkabau, dunia, dan diri saya sendiri.Terlihat sangat keren ketika ia berbicara dengan rentetan kata yang tersusun rapi dan dengan suaranya yang lantang.
Hal yang cukup membuat saya terpaku adalah ketika beliau memerintahkan untuk membuat tulisan mengenai tokoh Minang zaman pergerakan bangsa menuju kemerdekaan. Kalau kami berhasil menulis tokoh idola kami, hadiahnya tidak tanggung sebuah buku karya monumentalnya berjudul, “Generasi Emas Minangkabau” setebal 600 halaman.
Buku itu akan diberikan secara cuma-cuma jikalau tokoh yang kami idolakan dan tulis gambarnya berada di halaman pertama. Namun, ternyata tak satu pun dari kami mendapatkan buku tersebut, karena tokoh favorit itu bukanlah sosok Buya Hamka, Bung Hatta, atau Rohana Kudus, melainkan diri sendiri. Super sekali, di halaman pertama buku itu tersimpan cermin, sehingga orang besar yang dimaksud itu adalah diri sendiri.
Metodenya membakar semangat kami menjadi orang sukses sepeti tokoh-tokoh bangsa cukup membuat saya kagum. Sang inspirator pak Ruslan berhasil menjebak kami dengan pertanyaannya dan menyadarkan kami akan diri kami sendiri, bahwa setiap orang punya kesempatan menjadi orang besar. Menurutnya, satu-satunya yang bisa menghalangi kita menjadi orang besar adalah diri kita sendiri.
Terima kasih kepada Bapak Ruslan Ismail Mage atas ilmunya yang sangat bermanfaat. Semoga bapak sehat selalu dan diberi kebahagiaan sehingga bisa terus menyebarkan energi positifnya. Teruslah berkarya dalam sunyi.
*Siswi SMAN 1 Nan Sabaris
