Oleh: Eka Putri*
Kamis bahagia dan menggembirakan. Betapa tidak, saya sangat beruntung bisa bertemu dengan seorang penulis hebat berdarah Bugis, yaitu bapak Ruslan Ismail Mage, seorang penulis andal yang sangat produktif menulis. Dalam satu tahun ia mampu menerbitkan minimal tiga buku. Bahkan ketika Pandemi Covid-19 melanda dunia, tidak terkecuali Indonesia, pak Ruslan mampu menulis 10 buku.
Dalam acara “Gemerlap Pena Anak Indonesia” yang diadakan di sekolah kami SMAN 1 Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman Kamis 20 Oktober 2022 lalu, pak Ruslan sebagai narasumber utama benar-benar membuat saya takjub. Di samping karena inspirator menulis andal yang mampu menumbuhkan semangat kami menulis, bapak Ruslan juga memiliki sifat yang unik, yaitu tidak ingin menatap bola mata hitam seseorang saat ia berbicara. Alasannya ia tidak ingin imajinasi atau wawasannya terpengaruh. Itulah strategi berkomunikasi yang diajarkan kepada kami.
Bapak Ruslan memiliki kepribadian yang baik dan rendah hati, sehingga saya sangat mengaguminya. Lebih dari itu, yang membuat saya sangat kagum dan bangga, karena walaupun ia orang Bugis asli dan tidak ada darah Minang mengalir dalam tubuhnya, tetapi ia sangat mencintai tanah kelahiran saya Minangkabau.
Saya sangat tertarik dengan narasinya yang mengatakan, “Saya orang Bugis asli yang tidak pernah berhenti jatuh cinta sama alam Bumi Minangkabau”. Alasannya sangat fantastis, karena 60% orang yang mendesain Indonesia merdeka adalah orang Minangkabau. Bukan cuma itu, 60% orang sastrawan dan penulis buku fenomenal nusantara adalah orang Minangkabau.
Dengan motivasi bapak Ruslan saya berpikir, bahwa saya harus bangga kepada diri saya sendiri, dan saya menjadi semangat dalam belajar agar saya mejadi seorang yang sukses seperti bapak Ruslan.
Semoga suatu saat masih bisa ketemu dengan penulis andal dan inspirator tangguh seperti pak Ruslan.
*Siswi SMAN 1 Nan Sabaris Kabupaten Pariaman Sumatera Barat
