Oleh: Nur Ayu Fakhirah

Malam tergelincir pelan
Rindu yang mendekap meneduh syahdu di dalam hati
Angin sejuk malam yang membawa rindu itu
Larutkan waktu berlalu cepat

Malam pun menanti untuk menjemput
Rindu itu terus memberontak
Rindu yang tak akan pernah pudar
Manik mata yang indah

Netraku yang seakan hanya ingin melihatmu
Di bentangan waktu yang beku dan memaksaku memahat rindu
Waktu begitu jahat memisahkan dua insan
Samar suara rindu menggelincir di dalam nadi, meminta hanya ingin bertemu denganmu.

Jika boleh menjadi angin, aku ingin menjadi angin agar aku bisa membawa sanak rindu ini.
Jika boleh menjadi air, aku ingin menjadi air agar rintihan rindu ini ku bawa hingga sampai padamu
Jika boleh menjadi api, aku ingin menjadi api agar nadi rindu ini bisa ikut terbakar di dalamnya
Jika boleh menjadi tanah, aku ingin menjadi tanah agar rindu yang memberontak bisa ku kubur di dalamnya

Jika boleh aku, dan kamu tanpa ada rindu.
Jika boleh aku, dan kamu hanya kita berdua.
Jika boleh…

Watansoppeng, 28 Juli 2022

(Visited 53 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *