Oleh: Nur Aqilah Salim

Dia insan berhati gersang
Sedang menatap susunan bintang
Nada langkah kakinya berirama
Di bawah langit gelap gulita

Ingin dia jadi luar biasa
Tetapi perjalanan alur hidup
Membawanya tergores terluka
Tergerus arus realita

Seketika bersinar segala cahaya
Meluruh seluruh kecewa
Dia istimewa apa adanya
Di rangkulan rembulan atas izin Tuhan

Meskipun tergerus arus
Tetap berjalan walau pelan
Tetap sekuat akar menopang pohonnya
Sehebat si buas menerkang mangsa

Mungkin ada sukma
Yang masih meniti sempurna
Dalam raga yang tak henti berlari
Terjang halang rintang

Tertatih tergerus arus
Terlatih haus puas membius
Rehat sejenak dari usik fana
Pejam mata dan tutup telinga

Sedikitnya terlupa rupa mereka
Begitu pula bisik harapnya
Sepersekian detik saja
Tidak akan hancurkan dunia

Watansoppeng, 1 Agustus 2022

(Visited 43 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Nur Aqilah Salim

Aku biasa dipanggil Qilaa. Lengkapnya Nur Aqilah Salim. Bergabung di Pena Anak Indonesia sejak 25 September 2021 dengan tulisan pertamaku sebuah sajak berjudul “Sandiwara”. Berawal dari menuliskan yang tak terlisankan, hingga akhirnya pada awal tahun 2022 kumpulan goresan penaku dan teman-teman dibukukan, menjadi buku pertama kami yang saat itu masih berstatus pelajar di SMPN 1 Watansoppeng. Sekarang aku sedang menikmati hiruk pikuk organisasi di SMAN 8 Soppeng! Jika ditanya apa hal yang dapat membuatku kecewa, jawabnya adalah semua energi negatif dari segala perilaku tega manusia di muka bumi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *