Oleh: Nur Aqilah Salim
Dia insan berhati gersang
Sedang menatap susunan bintang
Nada langkah kakinya berirama
Di bawah langit gelap gulita
Ingin dia jadi luar biasa
Tetapi perjalanan alur hidup
Membawanya tergores terluka
Tergerus arus realita
Seketika bersinar segala cahaya
Meluruh seluruh kecewa
Dia istimewa apa adanya
Di rangkulan rembulan atas izin Tuhan
Meskipun tergerus arus
Tetap berjalan walau pelan
Tetap sekuat akar menopang pohonnya
Sehebat si buas menerkang mangsa
Mungkin ada sukma
Yang masih meniti sempurna
Dalam raga yang tak henti berlari
Terjang halang rintang
Tertatih tergerus arus
Terlatih haus puas membius
Rehat sejenak dari usik fana
Pejam mata dan tutup telinga
Sedikitnya terlupa rupa mereka
Begitu pula bisik harapnya
Sepersekian detik saja
Tidak akan hancurkan dunia
Watansoppeng, 1 Agustus 2022
