Kalau Indonesia punya R.A. Kartini sebagai perempuan emansipasi, saya punya Mama dan kakak sebagai perempuan emansipasi.

Seperti yang kita ketahui, setiap tanggal 21 April di peringati sebagai Hari Kartini. Orang-orang mungkin bertanya mengapa Hari Kartini di peringati?

And yah Hari Kartini diperingati karena merupakan hari kelahiran pahlawan perempuan Indonesia, yaitu R.A. Kartini. Dia dikenal sebagai tokoh emansipasi perempuan yang menentang keras pasifnya posisi perempuan di Indonesia pada sistem masyarakat, keluarga, dan pemerintahan.

Kartini mempunyai pendapat bahwa perempuan juga memiliki hak dan kapabilitas yang sama untuk melakukan apa yang saat itu hanya bisa dilakukan laki-laki. Singkatnya, kedudukan laki-laki dan perempuan sama derajatnya.

R.A. Kartini berperan penting dalam masa depan perempuan. Tanpanya, nasib perempuan belum tentu seterang lampu jalanan kota.

Mama dan kakak perempuan saya adalah Kartini versi diri saya. Mereka adalah orang yang berjasa di masa depan saya. Perempuan hebat yang selalu mengajarkan banyak cara mengenai arti perempuan yang tangguh, karena arti perempuan tangguh yang sesungguhnya ada pada diri Mama dan kakak perempuan saya.

Mama dan kakak perempuan saya adalah perempuan yang hebat yang selalu memberikan motivasi dan semangat tanpa henti. Motivasi yang terbaik lahir dari diri perempuan yang hebat. Mereka selalu mengajarkan saya banyak ilmu tanpa rasa ingin berhenti sedikit pun.

Jika ada kendaraan yang terus berjalan dan tidak pernah berhenti, itu adalah Mama dan kakak perempuan saya. Mereka tidak pernah berhenti menuntut berbagai macam ilmu kepada saya. Karena sejatinya perempuan hebat adalah mereka yang tidak pernah mengenal lelah dalam membimbing generasi penerusnya.

Seindah-indahnya bunga di pagi hari dan senyaman-nyamannya senja di sore hari, perempuan hebat adalah pemenangnya di setiap hari.

Perempuan yang di beri gelar sebagai  perempuan terhebat sedunia adalah Mama dan kakak perempuan saya, Kartini dengan wujud yang berbeda namun dengan peran yang sama. Selamat Hari Kartini, Kartini-ku. []

(Visited 53 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Jusnia Paseba

Jusnia Paseba tinggal di Kolaka Utara. Anak terakhir dari empat bersaudara ini memang cemerlang sejak kecil. Jusnia terkenal sebagai juara umum sejak di taman kanak-kanak, SD hingga SMP. Tidak hanya itu, dia pun pernah menjadi juara pertama lomba dai cilik dan juara pertama cerdas cermat Al-Qur'an. Jusnia mulai suka menulis sejak duduk di bangku SD. Dia sangat terinspirasi setiap kali membaca profil para penulis di halaman belakang buku paket sekolah. Mencoba mengembangkan kemampuannya menulis, Jusnia pernah ikut lomba menulis cerpen nasional dan berhasil meraih posisi top 50 cerpen terbaik dan kemudian dibukukan. Novelnya yang berjudul "Pesan Terakhir untuk Sang Fajar" sudah launching pada bulan Agustus 2021. Selain menulis, Jusnia pun hobi membaca cerita, baik yang bertema fantasi maupun yang bertema fiksi remaja. Moto hidupnya, "Jangan pernah ingin merasakan manis jika tidak ingin melewati pahitnya. Tidak ada sesuatu yang bisa instan, sekalipun itu mi instan."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *