Oleh : Nur Aqilah Salim

Berkisah tentang sekilas perjalanan hidup seorang Prilly Latuconsina jika diulik dari kacamata sosial media yang diharapkan dapat memotivasi para pembaca. Prilly adalah nama sapaannya,wanita berparas cantik ini lahir di kota Tangerang pada bulan Oktober tahun 1996 silam, ia adalah anak pertama dari dua bersaudara.

Prilly memilih terjun di dunia hiburan tanah air pada usia yang masih sangat belia. Memulai karir di layar kaca sebagai seorang artis cilik, tentu bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi harus menyeimbangkan antara belajar dan bekerja. Sepanjang perjalanan karirnya, Prilly mengalami banyak pasang dan surut. Pada sekitar tahun 2014, ia membintangi salah satu sinetron yang sangat terkenal pada masanya. Sinetron tersebut berhasil melambungkan nama Prilly hingga banyak orang mengenalnya dan tidak sedikit yang menggemarinya.

Polos adalah satu kata yang sepertinya dapat menggambarkan sosok Prilly di awal karirnya. Ia pernah memberikan nomornya secara percuma kepada salah seorang penggemarnya, kejadian yang cukup membuat geleng-geleng kepala. Selain itu, Prilly juga sempat dekat dengan beberapa aktor tampan Indonesia dan kemudian menjalani hubungan yang rumit. Sampai akhirnya dipertemukan dengan pria idaman yang kini berada di sampingnya.

Katanya, Prilly pernah mengidap salah satu gangguan mental, sebut saja Obsessive Compulsive Disorder atau OCD. OCD sering berpusat pada suatu motif, misalnya takut kuman atau kewajiban mengatur benda-benda dalam pola tertentu. Gejala ini biasanya dimulai bertahap dan bervariasi.

Berhasil keluar dari masa suram dan melalui banyak drama kehidupan, perjuangan Prilly tidak sia-sia. Ia berhasil meraup banyak penghargaan baik dari dunia hiburan maupun dari universitas tempatnya menimba ilmu. Bahkan, Prilly diakui sebagai salah satu lulusan terbaik. Tidak hanya sebagai seorang pemain film, Prilly juga seorang penyanyi, sutradara dan produser yang telah melahirkan karya-karya emas. Terlebih lagi sekarang Prilly adalah pemilik Persatuan Sepakbola Indonesia Kota Tangerang (persikota Tangerang).

Terkenal memiliki etika yang baik dan bakat yang tidak usah diragukan lagi, Prilly bersinar dengan prestasi yang berjajar rapi tanpa perlu banyak kontroversi.

Itulah sedikit kisah Prilly Mahatei Latuconsina yang semoga dapat menginspirasi kita semua agar lebih percaya bahwa “kegigihan dan kerja keras dapat menghantarkan pada kesuksesan dalam menggapai impian”.

Watansoppeng, 5 Februari 2022

(Visited 59 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Nur Aqilah Salim

Aku biasa dipanggil Qilaa. Lengkapnya Nur Aqilah Salim. Bergabung di Pena Anak Indonesia sejak 25 September 2021 dengan tulisan pertamaku sebuah sajak berjudul “Sandiwara”. Berawal dari menuliskan yang tak terlisankan, hingga akhirnya pada awal tahun 2022 kumpulan goresan penaku dan teman-teman dibukukan, menjadi buku pertama kami yang saat itu masih berstatus pelajar di SMPN 1 Watansoppeng. Sekarang aku sedang menikmati hiruk pikuk organisasi di SMAN 8 Soppeng! Jika ditanya apa hal yang dapat membuatku kecewa, jawabnya adalah semua energi negatif dari segala perilaku tega manusia di muka bumi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *