Oleh: Adit Anugrah Pratama

Pagi itu terasa berbeda. Untuk pertama kalinya, aku melangkah masuk ke studio Radio Republik Indonesia di Makassar dengan perasaan campur aduk antara gugup dan bangga. Undangan untuk menjadi narasumber dalam sesi wawancara membahas pengalaman di Pemilihan Duta Lingkungan kemarin adalah sebuah kehormatan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.

Saat memasuki ruangan siaran RRI Pro 1 Makassar 94,4 FM, aku melihat mikrofon besar berdiri di hadapanku. Headset terpasang, lampu “on air” menyala, dan dalam hitungan detik suaraku akan didengar banyak orang. Jantungku berdegup lebih cepat, tetapi aku mencoba tersenyum dan menarik napas dalam. Ini bukan lagi panggung dengan sorotan lampu, melainkan ruang suara—tempat kata-kata menjadi jembatan inspirasi.

Penyiar mulai mengajukan pertanyaan tentang proses pemilihan Duta Lingkungan, tantangan yang dihadapi, hingga pesan untuk generasi muda Sulawesi Selatan. Perlahan rasa gugup itu berubah menjadi rasa percaya diri. Aku berbicara tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, tentang bagaimana anak muda bisa menjadi agen perubahan, dan tentang pengalaman berharga yang membentukku hingga berada di titik ini.

Di akhir sesi, aku tersadar bahwa pengalaman ini bukan sekadar wawancara. Ini adalah langkah baru—dari hanya bergerak di lapangan menjadi menyuarakan gagasan melalui udara. Hari itu aku belajar, bahwa kesempatan datang dalam berbagai bentuk. Dan ketika kita siap, bahkan suara sederhana pun bisa menjadi gema yang membawa dampak besar.

(Visited 38 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *