Oleh: Amara Nasifa*
Cuaca sering kali berubah-ubah dan tidak menentu. Misal ketika pagi hari cuaca sedang cerah, siangnya justru turun hujan deras, atau bahkan adakalanya terjadi hujan panas, dimana hujan turun disaat matahari masih bersinar. Peristiwa inilah yang seringkali menghadirkan fenomena indah yaitu pelangi. Lengkungan berwarna-warni itu selalu berhasil membuat kita kagum bukan? Namun, di tengah kekaguman itu, pernahkah benak kita menjelajah lebih jauh? Bertanya-tanya “Mungkinkah fenomena serupa juga menghiasi langit planet-planet lain di luar sana, yang tentu berbeda dengan bumi?” Nah, kali ini kita akan sama-sama cari tahu! Bisakah pelangi muncul di planet lain? Dan jika iya, bagaimana caranya keajaiban itu bisa tercipta di dunia yang berbeda? Yuk, Ikuti penjelasannya!
Sebelum kita membahas pelangi di planet lain, penting untuk memahami bagaimana pelangi bisa terbentuk di Bumi. Pelangi adalah lengkungan cahaya berwarna-warni yang muncul di langit. Pelangi terbentuk ketika sinar matahari menembus udara dan air hujan, yang kemudian akan dibelokkan atau dibiaskan. Sinar matahari yang menembus ke dalam tetesan air, akan menyebar menjadi beberapa warna yang disebut spektrum. Spektrum dari sinar tersebut akan terlihat di langit, tepatnya di arah yang berlawanan dengan matahari.
Maka, dapat disimpulkan bahwa syarat terbentuknya pelangi yaitu harus ada sinar matahari dan tetesan air hujan. Namun hingga saat ini, di tata surya kita, belum ada planet lain selain Bumi yang diketahui memiliki kondisi yang ideal (suhu dan tekanan) untuk air cair dalam jumlah besar, seperti hujan di Bumi. Berarti, tidak ada planet lain yang memiliki fenomena pelangi? Benar! Namun, ada planet yang memiliki fenomena mirip pelangi. Planet apa saja? Simak terus!
Pertama, ada fenomena Glory di Venus. Glory tampak mirip dengan pelangi, tapi bentuknya tidak seperti pelangi yang melengkung membentuk busur, melainkan berbentuk cincin atau lingkaran yang berada di atas awan. Glory terbentuk akibat atmosfer di Venus yang sangat panas dan padat, sehingga awan mengandung tetesan asam sulfat. Cahaya matahari yang menembus awan, dibiaskan dan dipantulkan sehingga menciptakan fenomena yang mirip dengan pelangi, meskipun memiliki karakteristik yang unik karena asam sulfat berbeda dengan air.
Kedua, ada Pelangi Metana di Titan. Titan adalah satelit di planet Saturnus. Disana, suhu sangat dingin dan kaya akan tetesan metana cair. Sehingga apabila turun dengan jumlah yang banyak, akan membentuk hujan metana dan berpotensi menciptakan pelangi. Pelangi metana akan terlihat mirip seperti pelangi di Bumi, namun diperkirakan akan tampak lebih redup dan memiliki ukuran, serta spektrum warna yang berbeda.
Selain itu, di planet atau bulan dengan atmosfer yang sangat dingin, partikel pembias dapat berupa kristal es. Pembiasan cahaya melalui kristal es dapat menciptakan “pelangi es” yang bentuk dan warnanya mungkin akan sangat berbeda dengan pelangi di Bumi, seperti halo matahari atau bulan.
Nah, itulah tadi penjelasan mengenai planet-planet dan kondisi dimana fenomena mirip pelangi dapat tercipta. Bayangkan keindahan “Pelangi Metana” di Titan yang mungkin tampak redup dengan warna jingga yang dominan, atau “Pelangi Asam Sulfat” di Venus dengan bentuk yang unik. Sangat menarik bukan? Siapa tahu, suatu hari nanti kita akan benar-benar menyaksikan keindahan “Pelangi di Planet Lain” yang selama ini hanya menjadi imajinasi kita. Alam semesta memang selalu menyimpan banyak hal menarik dan penuh kejutan yang tidak terduga.
Watansoppeng, 24 Agustus 2025
*Dikutip dari berbagai Sumber
*Penulis adalah Siswi MAN 1 Soppeng
