Oleh: Adit Anugrah Pratama*
Di balik setiap pencapaian, selalu ada cerita yang tak terlihat oleh banyak orang. Ketika aku berhasil meraih gelar Best Favorites Duta Pendidikan Sulselbar 2025, banyak yang melihatku tersenyum bahagia di panggung. Tapi hanya aku yang benar-benar tahu, ada perjuangan luar biasa yang mengiringi kemenangan itu. Perjuangan dari om dan tanteku.
Sejak awal, mereka tidak pernah berhenti memberi dukungan. Bukan hanya dengan kata-kata semangat, tapi juga dengan tindakan nyata. Saat voting dibuka, mereka adalah orang pertama yang langsung bergerak. Dengan penuh semangat, mereka mengajak keluarga, kerabat, bahkan teman-temannya untuk ikut memberikan suara.
Aku masih ingat bagaimana setiap malam ponsel mereka terus menyala. Chat, telepon, hingga status media sosial mereka dipenuhi ajakan untuk mendukungku. Mereka berjuang mati-matian, tanpa lelah, demi memastikan namaku terus naik di daftar perolehan suara.
“Tenang, Nak. Biar kami yang urus suara, kau fokus saja tampil terbaik,” kata omku suatu malam dengan suara mantap. Tanteku pun menambahkan, “Pokoknya, kami ingin kau berdiri di panggung itu dengan rasa bangga, karena ada keluarga yang selalu di belakangmu.”
Dan benar saja, ribuan vote yang mereka kumpulkan menjadi bukti betapa besar cinta dan dukungan mereka. Aku tahu, tanpa perjuangan om dan tante, gelar juara favorit itu mungkin tak akan pernah singgah padaku.
Malam itu, ketika namaku diumumkan sebagai Best Favorites, aku menatap ke arah mereka di antara kerumunan. Senyum bahagia mereka, mata yang berbinar karena bangga, membuat air mataku jatuh tanpa bisa kutahan.
Gelar itu bukan hanya milikku. Gelar itu adalah milik om dan tanteku, milik cinta dan perjuangan mereka. Aku hanya berdiri di panggung, tapi merekalah yang berada di balik layar, menggerakkan ribuan suara hingga akhirnya aku bisa berdiri sebagai pemenang.
Kini, setiap kali kuingat perjuangan itu, aku hanya bisa berkata dalam hati: Terima kasih, Om, Tante. Gelar ini akan selalu menjadi bukti bahwa cinta keluarga adalah kekuatan terbesar dalam hidupku.
Watansoppeng, 2 September 2025
*Penulis adalah Siswa SMAN 1 Soppeng
