Oleh: Adhini Khumairah Latifa
Untuk ibuku,
Terima kasih telah selalu ada di sisiku, dalam suka maupun duka. Entah berapa banyak kata terima kasih yang pantas aku ucapkan untukmu atas segala perjuanganmu membesarkanku. Ibu, maafkan aku jika hingga detik ini aku belum mampu membanggakanmu, belum bisa membalas semua kebaikan dan pengorbanan yang telah engkau berikan untukku. Ketahuilah, Ibu, aku sangat menyayangimu lebih dari diriku sendiri. Tak ada kata yang mampu menggambarkan kesempurnaanmu.
Ibu, hiduplah lebih lama, ya? Izinkan anak pertamamu ini membahagiakanmu terlebih dahulu. Meski apa yang aku hasilkan mungkin belum seberapa, aku berharap pencapaian dan prestasiku saat ini cukup untuk membuatmu bangga. Sejuta maaf aku ucapkan di sini, Ibu, karena gengsiku masih terlalu tinggi untuk menyampaikannya langsung.
Aku selalu berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, janganlah Engkau mengambil ibuku. Hanya dialah yang aku miliki. Jika boleh, izinkan aku pergi terlebih dahulu dibandingkan ibuku.” Sebab, seperti yang sering orang katakan, hidup tanpa ibu bagaikan selamat dari kecelakaan hebat namun harus menanggung cacat seumur hidup.
Selamat Hari Ibu, untukmu, Ibu, dan untuk semua ibu hebat di dunia ini.
Watansoppeng, 22 Desember 2024
