Oleh: Revan Febriansyah
Ini pertama kali diriku bertemu dia
Seorang anak perempuan yang sebaya denganku
Di antara gedung hotel dan tembok pun jadi saksi
Manis dan indah…
Mungkin itu kata yang tepat…
Untuk menggambarkan aku dan dia
Mungkin semesta sudah menakdirkannya
Kupikir kisah kami berjalan dengan indah
Bahkan dulu mengira bagaikan akar beringin
Namun, itu hanya sebuah harapan
Tepat 31 Januari 2024
Bisikan angin membelai daun telingaku
Dan ia berkata, bahwa dua cinta telah bersatu
Tapi itu bukan aku!! Melainkan pria lain
Iya!! Ya! Dia adalah teman dekatku
Mungkin itu terasa pahit, tapi itu nyata!!
Mulut ini hanya bisa terkunci
Dan merahasiakan perasaan ini
Cemburu?
Rasa itu selalu ada di saat aku mendengar namamu dan dia
Dan dada terasa sesak saat aku melihatnya
Dan aku tak ingin menyiksa diri sendiri
Saat itulah aku berhenti melangkah…
Kuharap ini tak menjadi traumaku
Jatuh atau bangkit?…
Aku ikhlas melepaskanmu!!
Kuharap ada seseorang yang mampu menyembuhkan luka ini
Detak waktu berjalan…
Hari berganti hari
Bulan berganti bulan
Dan waktu seolah bergerak secepat angin muson
Tepat 10 Maret 2024
Terdengar kabar berakhirnya kau dan dia
Namun, kini aku sudah melupakanmu
Dan membuka selembar demi selembar lembaran baru
