Oleh: Alhamd Ridho Putra

Pada suatu hari, seorang anak bernama Thony bersama ayahnya menunggu kereta api menuju Hyniel City. Thony yang waktu itu masih berumur 6 tahun sedih karena harus meninggalkan orang tua dan kota kelahirannya, Rhone City. Namun, dia meyakinkan dirinya bahwa ini adalah jalan yang harus ditempuh dan dia akan membanggakan kedua orang tuanya dengan hal ini.

Tidak lama setelah itu, kereta api itu pun datang. Thony mengemas barang-barangnya.

“Ayah, cepat balik ya ayah, Thony bakal kangen banget sama ayah,” kata Thony sebelum kepergiannya.

Ayahnya hanya bisa menjawab bahwa dia akan pergi menemani dia secepatnya. Thony juga mengobrol sebentar dengan robot ayahnya itu. Lalu Thony melambaikan tangan dan menuju ke pintu kereta api. Ayahnya ikutan melambaikan tangannya. Dengan perasaan berat hati, Thony memasuki kereta api dan duduk. Setelah itu dia pergi meninggalkan ayah dan kota kelahirannya itu.

“Tapi itu dulu,” kata Thony yang kini sudah menduduki bangku SMP kelas 7 di Hyniel City Junior High School. Dirinya yang dulu periang dan ceria kini berubah menjadi pendiam dan melamun hampir setiap harinya. Apa sebenarnya yang terjadi pada Thony?

𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜

(Visited 13 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *