Oleh: Raghif Yazid Uqail*
Halo teman-teman semuanya. Ini adalah kisah kebersamaanku dengan sahabatku ketika masih di bangku sekolah dasar. Kami bersahabat sejak kelas 1 SD. Awal bertemu kami masih merasa canggung. Namun, dia mengajakku kenalan dan akhirnya kami menjadi teman. Sejak saat itu kami menjadi dekat satu sama lain. Setiap hari kami bermain dan bercerita bersama. Ketika pulang, kami duduk bersama sambil menunggu jemputan.
Ketika kelas 4 SD, wabah virus corona membuat kami harus belajar daring. Saat itu kami terpisah satu sama lain di rumah masing masing. Ketika semester 2, kegiatan belajar di sekolah dilaksanakan kembali namun 1 kelas dibagi menjadi 2 shift. Kami terpisah shift sehingga tidak bisa bertemu hingga kelas 5. Tapi apabila ada kegiatan, shiftnya digabung sehingga kami bisa bertemu walaupun agak canggung karena lama tidak bertemu.
Ketika kelas 6, kami menjadi akrab kembali. Kami bertukar cerita setiap hari dan istirahat bersama. Kami pergi ke musholla bersama untuk Shalat Dhuhur, setelah itu kami makan bekal bersama-sama di kelas.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Ujian akhir sekolah sudah dekat. Kami harus mempersiapkan diri dengan belajar secara sungguh-sungguh. Setelah ujian, kami menunggu pengumuman kelulusan yang akan menentukan apakah kami lulus atau tidak ke jenjang berikutnya. Saat pengumuman, kami merasa deg-degan dengan hasilnya. Kami semua dinyatakan lulus dan akhirnya kami merasa lega dengan hasil yang dicapai. Tibalah hari penerimaan rapor yang menjadi hari terakhir kami di jenjang SD. Kami akhirnya berpamitan satu sama lain.
Aku berharap kami masih bisa bertemu. Hari-hari kebersamaan kami akan selalu kuingat. Peristiwa yang kami lalui akan selalu terkenang dan kami berjanji menjadi sahabat sampai kapan pun.
*Penulis adalah Siswa SMPN 1 Watansoppeng, Kelas 7.2
