Oleh : Aprilla Harlina*

Bercerita tentang hariku di hari Senin 4 September 2023 yang penuh dengan keasyikan tersendiri. Waktu itu hari hujan amatlah lebat. Saking lebatnya, aku sampai menyanyi-nyanyi kecil di dalam rumah. Kebetulan lagi hujan, dan menikmati rintik-rintik hujan bagiku punya kepuasan dan kebahagiaan tersendiri.

Ibu marah dan menegurku agar jangan terlalu bahagia, karena bahagia itu cuma sebentar.
Aku tidak paham betul maksud Ibu. Terlalu bahagia, tidak boleh? Bukankah tersenyum bahagia bagus buat kesehatan mental? Tapi sudahlah, setiap omongan Ibu pasti ada maknanya.

Seminggu kemudian aku ikut ujian. Walau soalnya gampang tapi harus hati-hati ngerjainnya. Ada beberapa temanku gagal lulus dan harus ngulang lagi gegara satu soal. Saat ujian, aku enjoy aja ngerjainnya, soalnya aku sudah minta restu Ibu, dan Ibu nasihatin seperti ini, “Jangan terpaku dengan satu soal ya nak”.

Selepas aku cium tangan Ibu, aku langsung pergi ke sekolah mengikuti ujian. Ada 10 soal yang berhasil kukerjakan dengan cepat. Pokoknya beres semuanya. Namun pas aku mau ngumpulin, ternyata ada satu soal cerita. Ceritanya menarik banget, sementara waktunya sudah mau habis. Aku baca dulu sambil menghayatinya. Saking menghayatinya sampai tidak sadar waktunya sudah habis.

Akibatnya tidak sempat ngumpul dan alhasil aku gagal. Padahal aku sudah paham aturannya, kalau telat ngumpul hasilnya bakal gagal, tapi tetap aku lakuin. Duh…Ibu bisa marah besar nih. Aku jadi gelisah mikirin kena damprak ibu nanti di rumah. Aku uring-uringan sendiri, ngomong sendiri, maki diri sendiri, marah-marah tidak jelas.

Bego-bego, bodoh-bodoh, tolol-tolol, kataku sambil garut-garut kepala yang tidak gatal. Kenapa bisa sebego itu aku, padahal udah dinasihatin Ibu. Akhirnya, aku berusaha nenangin diri dan mikir jernih salahku di mana. Setelah bisa menerima di mana letak salahku, aku kemudian coba ikut ujian remedial dan berusaha semaksimal mungkin.

Setelah kurenungi, kesimpulan kesalahanku adalah, “Sudah dinasihatin ibu, tetap aja bandel, masih tetap aja terpaku sama satu soal. Padahal sudah paham jawabannya, sudah tahu aturannya, masih aja abai. Alhasil, aku gagal dan harus ngulang lagi.

*Siswi SMAN 1 Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman

(Visited 16 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *