Oleh : Sinar

Namaku Fika. Aku berusia 15 tahun. Sekarang aku duduk di kelas X dan mengambil jurusan IPA. Aku hanyalah anak biasa, memiliki orang tua yang masih utuh dan sangat menyayangiku.Saat  duduk di kelas 2 SMP, Om Ku datang dari Sulawesi Selatan dan tinggal bersama kami.

Aku tinggal bersama orang tua dan  kakak yang  lagi fokus kerja untuk membantu keuangan keluarga. Waktu aku kelas 2 SMP, aku pernah mengalami trauma. Aku pernah dibuat kaget oleh Omku. Saat pulang dari kebun, Om menyuruhku membuka tasnya, dan tanpa berpikir panjang aku langsung melakukannya, dan aku sangat terkejut karena ternyata isi tasnya adalah burung. Dan burung itu  langsung terbang ke mukaku.

Saat itu aku kaget banget. Awalnya aku memang diam, tapi tak lama kemudian aku langsung menangis histeris. Orang tua dan keluarga  kaget saat mendengar aku menangis.

Tanpa berpikir panjang, orang tuaku langsung lari mengambil air untuk diminum supaya aku tenang. Mereka menyuruhku untuk melupakan kejadian itu dan menyuruhku untuk istirahat, tapi aku tidak bisa melupakan kejadian itu.Dan saat itu aku tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan kejadian tersebut. Aku masih belum melupakan kejadian itu sampai sekarang.

Saat aku masuk sekolah, kan aku mempunyai teman yang bernama Abel. Ia sering sekali mengagetkan aku. Dia tidak tahu kalau aku punya trauma dan setiap dia melakukan itu, aku langsung ingat kejadian saat masih duduk di bangku SMP.  Ingin sekali menangis,tapi hati kecilku berkata, aku harus melawan trauma itu, dan harus bisa melupakannya.

Setiap saat ada orang yang membuatku kaget, aku mencoba untuk tidak menangis. Aku takut dan malu.Aku tidak mau teman-teman menertawakanku, membully dan menjulukiku anak cengeng. Dan aku berjanji untuk melupakan itu dan berusaha bersikap santai.

Tapi suatu hari, aku dibuat kaget oleh seseorang yang bernama…

(Visited 62 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *