Oleh: Amara Nasifa*
Berbicara perihal kedewasaan, apakah teman-teman sudah sampai di tahap itu? Di mana kita mengalami perkembangan yang lebih baik setelah melewati masa remaja. Pernahkah kalian mendengar anak kecil bertanya “Kapan aku besar?” atau “Bagaimana jika nanti aku sudah besar?” Pertanyaan itu jelas menunjukkan rasa penasaran anak terhadap masa dewasa. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian anak takut tumbuh atau menghadapi masa dewasa, dan hal ini biasanya dialami oleh anak remaja.
Btw, kalian tau tentang lagu yang berjudul “Takut Tambah Dewasa”? Yah, lagu yang dinyanyikan oleh Idgitaf Ini pernah ramai diperbincangkan beberapa tahun lalu lantaran liriknya yang sangat mewakili perasaan para remaja yang akan atau sudah beranjak dewasa. Lagu tentang takutnya seseorang akan dikecewakan dan hidup tidak seperti harapannya. Bukan hanya itu, banyak alasan dan penyebab seorang anak ragu bisa melewati tahap ini.
Defini dewasa itu sebenarnya banyak. Ada yang bilang dewasa itu ketika kita bisa menyelesaikan masalah dengan baik, mengontrol emosi, memikirkan masa depan, bertanggung jawab, mandiri, dan dapat mengambil keputusan sendiri. Ada juga yang berkata dewasa itu ketika kamu bisa memberi tanggapan yang baik, serta mengkritik sesuatu untuk membangun bukan menjatuhkan, dan masih banyak lagi.
Namun definisi itu ternyata tidak membuat semua anak tertarik dengan dunia dewasa. Mungkin dari mereka pernah mendengar orang tuanya atau orang yang umurnya jauh di atas mereka berkata “dewasa itu sulit, banyak beban pikiran dan masalah datang terus menerus.” Padahal itu bisa menambah atau menguji seberapa tangguh seseorang dalam menghadapi cobaan.
Beberapa penyebabnya yaitu karena seorang anak kurang percaya diri, berpikiran negatif (berlebihan), atau mereka sedang berada di masa senangnya bermain lalu dikagetkan dengan fakta akan kerasnya kehidupan. Mereka takut kecewa karena harapannya yang tidak terwujud dan takut belum bisa apa-apa ketika sampai pada masa dewasa.
Nah, dari pembahasan di atas apakah teman-teman ada yang mengalaminya? Jika iya, mungkin kalian bisa belajar untuk tidak bergantung pada orang lain, berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Cobalah untuk fokus pada hal positif dan kembangkan hobi kalian. Yang pasti, buatlah bekal untuk kalian. Tanpa disadari kalian pasti akan terbiasa bahkan akan terasa menyenangkan bila kalian menikmatinya.
Ingat, dewasanya perempuan bukan hanya tentang masak, begitu pun laki-laki yang dewasanya bukan hanya tentang tanggung jawab. Semua lebih dari itu. Jangan mengeluh, jangan menyerah! Berjuang memang lelah. Tapi terkadang kalian harus istirahat sebentar untuk lanjut lagi. Tidak perlu takut, dewasa itu menyenangkan, jika kamu tau cara mengisinya.
*Penulis adalah siswi SMPN 2 Lilirilau
