Oleh: Ridho Putra

Ritual penenang itu membuat Ayzluck merasa tenang kembali. Kini Ayzluck meminta maaf pada seluruh teman kerja dan Dewin sendiri karena telah membohongi mereka semua atas masalah ini. Sebagai teman sejati, Dewin menerima maaf Ayzluck. Dia bangga bisa membantu temannya yang dalam masalah.

Beberapa hari kemudian, “Luck, gimana hasil jadi petugas toko buku, enak ga?” tanya Dewin. “enak banget, walau kerjaku cuman bersihin toko, tapi gajinya lumayan lah” kata Ayzluck. Hubungan pertemanan Dewin dan Ayzluck menjadi rekat kembali. Tidak lama setelah itu, Dewin memberikan kartu bergambar Ayzluck. “Ini apa?” tanya Ayzluck. “Titipan Hydho untukmu, kamu akan menjadi bagian dari mereka, berantas lah kejahatan yang ada di sekitarmu” kata Dewin. “Ha, emangnya aku punya kekuatan apa?” kata Ayzluck tercengang. Dewin tersenyum.

Tidak lama setelah itu, Hydho datang dan menjawab pertanyaan itu. “Ayzluck, kamu adalah orang yang sangat berbeda, di manapun kamu, kamu adalah orang dengan dua kepribadian, aku kagum denganmu” jelas Hydho. Ayzluck mendengar itu agak bingung. Tapi Hydho menjelaskan kembali. “kamu bagaikan cahaya dan gelap diri manusia, kamu memiliki kekuatan manusia dan kekuatan serigala di dalam dirimu” jelas Hydho lagi. Ayzluck pun paham. “Hikk, makasi Dewin, kamu udah nemenin aku dari dulu sebagai sahabat” kata Ayzluck dengan muka sedih. Kini, jika kamu bertemu dengan seorang pria dengan mata kuningnya, jangan anggap remeh, dialah si dua jiwa dalam satu diri, Ayzluck.

𝙏𝙖𝙢𝙖𝙩

(Visited 12 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *