Oleh: Kaila Irma Febriani*
Terkadang kita mampu untuk memberikan dukungan, support, dan motivasi terbaik untuk orang lain. Namun, kita sendiri lupa bahwa ada yang lebih butuh hal itu dibandingkan orang lain yang selalu kita pahami, yaitu diri sendiri. Ketika kita terlalu peduli terhadap seseorang, sampai lupa dengan diri sendiri justru hal itulah yang membuat kita merajut sebuah luka yang menyakitkan untuk diri sendiri. Kita memahami orang lain, belum tentu orang lain itu akan berlaku sama dengan apa yang kita lakukan.
Mungkin ada sebagian orang mengharapkan sebuah perlakuan yang sama. Sama- sama ingin didengarkan ceritanya, ingin diberi motivasi dan dukungan. Tapi ternyata hal itu sangat jarang terjadi, karena orang terkadang hanya ingin di pahami saja, ketika kesulitan dia datang, dan ketika sudah membaik keadaannya, pergi begitu saja. Sampai sangat sulit untuk menemukan sebuah perlakuan saling memahami.
Sudah seharusnya kita lebih peduli terhadap diri sendiri dibandingkan orang lain. Peduli dengan orang lain boleh, tapi jangan sampai mengacuhkan diri sendiri yang sudah berulang kali memendam dan menahan segala permasalahan yang terjadi. Terlalu sering menjadi pendengar untuk orang lain, sampai lupa menjadi pendengar untuk diri sendiri.
Sayangilah dirimu, pahamilah dirimu karena hanya diri sendirilah yang mampu menemani di saat situasi apa pun. Tidak akan ada orang yang lebih mampu memahami kita selain diri sendiri dan Sang Maha Kuasa.
*Penulis adalah Siswi SMAN 1 Nan Sabaris
