Ada sebuah kisah tentang ahli ibadah yang berpapasan dengan ahli maksiat. Mereka saling bertatapan satu sama lain. Lalu ketika sang ahli ibadah melihat ahli maksiat, dia memalingkan wajahnya sambil berkata, “tidak sudi aku melihat ahli maksiat seperti itu!”. Sementara sang ahli maksiat menundukkan wajahnya, merasa malu dihadapan ahli ibadah. Dia malu akan dosa dosanya. Dia merasa malu atas maksiat yang dia kerjakan. Dia merasa rendah sekali dihadapan ahli ibadah.
Lalu apa yang terjadi?
Allah merahmati sang ahli maksiat karena rasa malunya terhadap dosa- dosanya dan Allah murka kepada sang ahli ibadah karena dia sombong, merasa dirinyalah yang paling suci dan merendahkan orang lain yang berbuat maksiat, padahal orang yang berbuat maksiat itu mungkin saja telah bertaubat dihadapan Allah SWT.
(Visited 88 times, 1 visits today)
