Oleh: Nur Rifqah Salsabil

Pada hari Minggu tanggal 29 kemarin, saya bertemu dengan sang motivator yang sangat menginspirasi di kehidupan saya. Dia adalah Ruslan Ismail Mage, yang akrab kami panggil Om RIM. Senang sekali rasanya bertemu langsung dengan beliau yang dulu hanya kami kenal lewat media sosial.

Pertemuan itu menjadi hal yang sangat berarti bagi saya.Kapan lagi bisa bertemu dengannya. Banyak sekali kata-kata yang menginspirasi di kehidupan banyak orang terutama diri saya sendiri. Beliau berkata,” Masa depan bukanlah hal untuk diragukan,karena jika kita meragukan masa depan maka kita meragukan sang pemilik masa depan yaitu Tuhan”.

Tidak ada yang bisa menghentikan langkah kita untuk meraih kesuksesan melainkan diri kita sendiri. Di kehidupan ini mungkin ada orang yang senang dengan kita, namun, dibalik itu ada juga orang yang tidak suka dengan kita. Maka dari itu, jangan karena mereka menghina kita, mengejek kita,dan bahkan sampai meragukan kita, hal itu malah membuat kita jatuh dan menyerah,tapi jadikan itu sebagai motivasi bahwa mereka mau kita lebih dari dia.”Kita hidup dalam lingkaran api,dan kita bisa memilih akan menjadi debu atau emas,”kata beliau.

Hidup ini memiliki pilihan. Diri kita sendiri yang akan menentukan akan memilih meraih kesuksesan atau berada di dalam ketakutan dalam kobaran api sehingga menjadi debu. Banyak sekali yang disampaikan tentang kehidupan,yang membuat saya merinding. Beliau berkata lagi bahwa kunci menjadi orang sukses adalah 3 perkara, yaitu;

  1. Dengan menghargai waktu. Karena dengan kehilangan waktu, kita tidak dapat mengembalikannya lagi. “Orang bodoh akan berpikir bagaimana caranya menghabiskan waktu,dan pecundang berpikir bagaimana cara membuang-buang waktu,lalu pemenang memikirkan bagaimana caranya memanfaatkan waktu”.
  2. Cara kita berkomunikasi. Apabila dalam berkomunikasi kita sopan,dan tutur kata kita baik maka kita akan dihormati oleh orang lain.
  3. Mempunyai etika. Sikap dan perilaku sangat penting. Sepintar – pintarnya orang tetapi jika tidak mempunyai etika akan dinilai kosong. Itulah kata beliau.
    Terima kasih Om RIM. Kata-katamu penuh manfaat dan pembelajaran bagi diriku. Tidak salah selama ini saya mengagumi sosok dirimu. Semoga di lain waktu kita dapat bertemu lagi bersama anak anak PAI yang lainnya.

Watansoppeng,30 Mei 2022

(Visited 55 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *