Oleh: Khairi Rifat Rizqputra*
Boleh aku jujur? Aku mengagumimu sehebat itu tanpa limit. Wajah manismu takkan bisa ditemukan di manusia lain, begitu pun kepribadianmu, kepandaianmu, keindahan tutur kata ketika berbicara, takkan bisa juga kutemukan pada kaum Hawa yang lainnya.
Betapa cantiknya bentuk dalam setiap helai rambutmu, semua tentangmu terlihat begitu sangat menakjubkan. Mataku pun mampu tak berkedip seabad jika sudah memandang pesonamu.
Aku rasa kamu tidak dapat melihat keindahan dirimu sendiri, bagaikan seekor kupu-kupu yang tidak dapat melihat keindahannya sedikit pun, seperti burung merak yang tidak bisa melihat pesona warna bulunya.
Iya, seindah itu kamu untukku.Tapi, akankah aku bisa bersanding denganmu? Semua orang juga tahu betapa tidak sebandingnya kita. Kamu terlalu Indah untuk bisa aku genggam. Itulah sebabnya aku tidak ingin merusak keindahanmu dengan genggaman tanganku yang tidak sebanding.
Aku pernah berpikir, bahwa memilikimu adalah salah satu kemustahilan yang tak akan pernah terjadi. aku mencintaimu karena kamu adalah sebuah keindahan yang mustahil untuk aku miliki.
Kini aku hanya mampu memandang potretmu, laksana memandang bintang di langit yang jauh di atas, terang sinarnya, tapi tak satu pun jemariku mampu menjangkaunya.
*Siswa SMAN 2 Kota Depok Jawa Barat
